ADVERTISEMENT

Sekjen Respons Munculnya Seruan Dukungan Usai Ramai 'Bubarkan MUI'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 14:22 WIB
Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Seruan dukungan terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyeruak setelah tagar 'Bubarkan MUI' muncul di media sosial. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mengapresiasi dukungan yang disampaikan masyarakat.

"Pertama, saya mengapresiasi dukungan masyarakat kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena banyak faktor, di antaranya secara historis masyarakat sangat paham bahwa para ulama pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sepakat mendirikan Indonesia sebagai negara bangsa yang berdaulat untuk melindungi segenap bangsa Indonesia," kata Amirsyah kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Untuk diketahui, tagar 'Bubarkan MUI' ini muncul setelah Densus 88 menangkap salah seorang pengurus MUI, Zain An Najah, terkait dugaan terorisme. Zain An Najah kini telah dinonaktifkan dari anggota Komisi Fatwa MUI.

Kembali ke pernyataan Amirsyah. Dia lantas berbicara mengenai perjalanan panjang MUI sejak Orde Lama hingga Reformasi. MUI, kata Amirsyah, bisa menghadapi ujian di berbagai era karena peran tokoh ulama dari berbagai ormas.

Selain itu, Amirsyah membeberkan peran MUI dalam konteks keagamaan dan kebangsaan. Salah satunya terkait fatwa soal vaksin COVID-19.

"Contoh yang aktual dalam perjuangan menghadapi terpaan pandemi COVID-19 dan dampaknya di mana MUI telah berikhtiar dan berjibaku melalui 14 fatwa baik soal vaksin maupun soal penyelenggaraan ibadah. Dalam konteks itulah Sekjen MUI mengapresiasi dukungan masyarakat kepada MUI sebagai wadah musyawarah untuk melanjutkan perjuangan bangsa agar terhindar dari perpecahan, fitnah, dan adu domba (namimah) seperti wacana pembubaran MUI," ujar Amirsyah.

Amirsyah menilai wacana pembubaran MUI berlebihan. Dia membandingkan dengan oknum yang ada di lembaga lain.

"Jadi wacana pembubaran MUI sangat naif dan menyesalkan tidak masuk akal, dengan adanya seorang pengurus Komisi Fatwa terduga teroris. Logikanya, jika ada warga bangsa terduga teroris, Indonesia tak akan bubar. Jika ada oknum menteri yang terduga korupsi, maka Indonesia tetap utuh, demikian juga jika ada oknum TNI/Polri yang melanggar peraturan-perundangan-undangan, maka TNI/Polri tetap utuh untuk mengawal NKRI," ujar Amirsyah.

"Dengan kata lain, nalar akal yang waras yang terus mengalir memberikan dukungan dari masyarakat merupakan bentuk kepedulian kepada MUI dan bangsa secara keseluruhan. Oleh sebab itu, saya menghargai dukungan kepada MUI sebagai wadah berhimpun ormas merupakan pengkhidmatan untuk memperjuangkan umat dan bangsa yang aman, damai, adil dan makmur," sambung Amirsyah.

(knv/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT