WC Darurat Dibangun di Sleman

Merapi Siaga

WC Darurat Dibangun di Sleman

- detikNews
Selasa, 25 Apr 2006 12:56 WIB
Yogyakarta - Belum ada pengungsian di wilayah Sleman di saat Gunung Merapi berstatus Siaga. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sleman mulai membangun WC dan kamar mandi darurat di barak pengungsian.Fasilitas darurat itu dibangun di tiga kecamatan yakni Turi, Pakem dan Cangkringan. Di Kecamatan Turi, fasilitas itu dibangun berdekatan denganposko barak pengungsian di Balai Desa Wonokerto dan Girikerto. Di Kecamatan Pakem dibangun di Desa Hargobinangun, Purwobinangun, kawasan Kaliuran. Sedangkan di Kecamatan Cangkringan dibangun di Desa Kepuharjo, Desa Glagaharjo, Wukirsari dan Umbulharjo.Bambang, salah seorang pengawas pembangunan WC darurat, mengatakan, di Barak Pengungsian Wonokerto dibangun sebanyak 18 bilik kloset jongkok dan 4 bilik kamar mandi. Atap penutup menggunakan tenda terpal kerangka besi. "Bak penampungan air yang disediakan sebanyak 8 buah masing-masing mampu menampung 500-an liter air," katanya pada detikcom, Selasa (25/4/2006). Kloset jongkok menggunakan bahan keramik yang tidak mudah rusak. Penyekat masing-masing bilik WC menggunakan bahan triplek dan kayu Kalimantan, dengan ukuran 80 x 120 centimeter. Sedang untuk kamar mandi berukuran 1 x 1,5 meter. Untuk bak pembuangan kotoran juga disiapkan tidak jauh dari lokasi WC darurat. "Tempat itu sudah cukup untuk menampung 300-an pengungsi," katanya. Widi Sutikno dari Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Sleman, WC darurat yang dibangun di barak pengungsi oleh Pekerjaan Umum (PU) Sleman sebanyak 9 tempat terutama di barak pengungsian di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 2 dan 3.Pembangunan WC dan kamar mandi saat ini lebih diprioritaskan, bila sudah terjadi pengungsian kemudian baru dibangun akan merepotkan. Pembangunanini ditargetkan dalam waktu satu minggu selesai di 9 tempat tersebut."Kita berharap semua cepat selesai karena tenda sudah berdiri, dapur umum juga sudah siap, tinggal keperluan mandi dan cuci saja yang sedang diselesaikan. Jangan sampai pengungsi sudah datang tapi tidak ada tempat buang air, nanti malah repot," kata Widi. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads