Fahri Hamzah: Saya Tak Bela Fadli Zon, tapi Kritik Parpol Teracuni Feodalisme

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 12:15 WIB
Kisah Fahri Hamzah dengan KPK: Dulu Sinis Kini Bermulut Manis
Fahri Hamzah (M Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah merespons 'sentilan' Partai Gerindra terkait polemik sindiran Fadli Zon terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal banjir di Sintang, Kalimantan Barat. Fahri Hamzah mengatakan tak membela Fadli Zon, namun membela hak warga negara.

"Perlu digarisbawahi sekali lagi bahwa saya tidak membela Fadli Zon. Yang saya bela adalah hak-hak kita sebagai warga negara dan sebagai pemilih atas wakil kita," kata Fahri kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Fahri Hamzah, yang merupakan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019, berharap wakil rakyat mengawasi pemerintahan saat ini. Namun kenyataannya, menurut Fahri, para wakil rakyat justru taat kepada pimpinan partai politik.

"Karena mereka seharusnya lebih bisa berdaya dalam mengawal negara dari sekarang yang tampak di depan kita membosankan. Karena mereka harus taat kepada pimpinan dan lain-lain," ujar Fahri.


Kritik yang dilontarkan Fahri Hamzah ini, menurutnya, bukan untuk satu partai politik. Namun kritiknya ditujukan kepada partai politik yang tercemar feodalisme.

"Ini bukan kritik kepada satu partai politik, tapi kepada semua partai politik yang telah teracuni oleh feodalisme kepemimpinan partai yang tidak demokratis," ucapnya.

Fungsi pengawasan dan oposisi DPR saat ini, menurut Fahri Hamzah, tak dijalankan secara baik. Buktinya, lanjut Fahri, pengawasan terhadap pemerintah tercecer di mana-mana, sedangkan oposisi justru menguat di jalanan.


"Jadi ini sekali lagi, ini bukan orang per orang, tapi soal hak rakyat, soal kita sebagai warga negara yang ingin melihat Senayan berfungsi sebagaimana mestinya, Senayan mengambil fungsi pengawasan yang sekarang berserakan. Fungsi oposisi yang sekarang menjalar di jalan-jalan raya. Harusnya yang mengambil alih adalah Senayan. Senayan harus bisa melihat kejanggalan yang kasatmata ini, dan disuarakan karena itu kehendak pemilih," imbuhnya.

Lihat juga Video: Pelapor Greenpeace Cabut Aduan, Khawatir Jokowi Cap Anti Kritik

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/hri)