Novel Baswedan dkk Heran Arteria Minta Penegak Hukum Tak Kena OTT

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 11:44 WIB
Arteria Dahlan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Arteria Dahlan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menilai aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, tak layak dijerat dengan operasi tangkap tangan (OTT) karena mereka simbol negara. Para mantan pegawai KPK pun bersuara terkait pernyataan Arteria ini.

Mantan pegawai KPK Rasamala Aritonang mengomentari pernyataan Arteria ini. Dia mengutip UU Tipikor yang mengatur soal para penegak hukum yang menerima suap.

"UU Tipikor Pasal 12 huruf b mengatur pegawai negeri & penyelenggara negara (PN) yang menerima suap harus ditangkap & dipenjara sudah 20 tahun, polisi & jaksa adala PN. Pasal. 12 huruf c hakim yang menerima suap juga dipidana yang sama," kata Rasamala melalui akun Twitternya, @RasamalaArt, Jumat (19/11/2021).

Rasamala menyebut UU tersebut dibuat oleh DPR. Maka dari itu, dia mempertanyakan pernyataan Arteria.

"Itu UU yang bikin tuan-tuan di DPR, terus ini anggota dewan bilang jangan ditangkap, sekolah dimana kawan ini?" ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, melalui akun Twitternya, @nazaqistsha. Novel menegaskan penegak hukum yang menerima suap bisa langsung ditangkap.

"Mengenai OTT kok masih ada yang ingin agar penegak hukum jangan di-OTT. Mestinya ketika disuap, bisa langsung tangkap pemberinya. Penegak hukum berbuat jahat itu justru pemberatan, bukan dimaafkan," kata Novel.

Simak juga Video: Saran Novel ke Bupati Banyumas: Takut OTT? Ya Jangan Terima Suap

[Gambas:Video 20detik]