Kalla Minta Pesantren Terapkan Model Pendidikan Umum

Kalla Minta Pesantren Terapkan Model Pendidikan Umum

- detikNews
Selasa, 25 Apr 2006 12:26 WIB
Jakarta - Tidak hanya belajar agama, pesantren diminta Wapres Jusuf Kalla agar menerapkan model pendidikan yang setara dengan sekolah umum."Wapres minta pondok pesantren menyetarakan model pendidikan dengan sekolah umum lainnya. Jadi tidak hanya belajar agama saja, tetapi belajar ilmu lainnya," kata Sekretaris Pimpinan Pusat Robitoh Maahid Islamiyah (PPRMI) A Hamid Syarif mengutip pernyataan Kalla.Hal ini disampaikan Hamid usai bertemu dengan Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2006). Turut hadir Ketua PPRMI KH Mahmud Ali Zein."Kata Wapres, lulusan pesantren sehebat apa pun tidak ada artinya bila tidak memiliki kemampuan yang sama dengan sekolah umum," tutur Hamid.Dikatakan dia, model penyetaraan dapat dilakukan melalui program Kejar Paket A untuk Madrasah Ibtidaiyah setingkat SD. Kejar Paket B untuk Madrasah Sanawiyah setingkat SMP, dan Kejar Paket C untuk Madrasah Aliyah setingkat SMA."Dengan penyetaraan tersebut lulusan pesantren Madrasah Aliyah bisa melanjutkan ke perguruan tinggi umum," cetus Hamid.Selain itu, lanjutnya, Wapres juga meminta penyesuaian materi pelajaran pesantren dengan lingkungan sosial di sekitarnya.Contohnya, pesantren yang terletak di sekitar perkebunan, pertanian dan perternakan diharapkan menerapkan materi pendidikan yang berhubungan dengan perkebunan atau pun lingkungan di sekitarnya.Lebih lanjut, Hamid menambahkan, Kalla berjanji akan membangun kerjasama dengan departemen terkait, misalnya pesantren di daerah perkebunan dilakukan kerjasama dengan Departemen Pertanian atau pun Kehutanan.Dijelaskan dia, ada 20 ribu pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. 11 Ribu di antaranya berada di bawah naungan PPRMI. Sedangkan 20 persen dari 11 ribu hingga kini masih menerapkan pendidikan yang tidak mengakomodir materi pendidikan umum atau Salaf.Dalam pertemuan itu, PPRMI meminta agar Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar ini mendukung Kongres Santri seluruh Indonesia pada September 2006 di Ponpes KH Hasyim Muzadi di Malang. (aan/)



Berita Terkait