KPK Harap Panglima Jenderal Andika Jadi Teladan Antikorupsi di TNI

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 19:50 WIB
Komisi III DPR hari ini memulai uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bagi calon pimpinan KPK. Salah satu yang diuji adalah Nurul Ghufron.
Nurul Ghufron (Agung Pambudhy/detikcom)

Pelantikan Jenderal Andika Perkasa diawali dengan pembacaan keputusan presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI. Jokowi kemudian memimpin pembacaan sumpah jabatan.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," demikian petikan sumpah yang dibacakan Jenderal Andika.

Panglima TNI Jenderal Andika pun mengaku sangat terhormat atas kepercayaan yang diberikan Presiden Jokowi. Andika juga menyampaikan terima kasih kepada DPR.

"Satu kehormatan besar bagi saya dan keluarga atas kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia dan juga dukungan dari DPR RI sehingga akhirnya saya bisa dilantik," kata Andika dalam keterangan pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Andika mengaku akan melanjutkan program kerja yang telah ditetapkan. Dia siap bekerja sesuai peraturan perundang-undangan.

"Program kerja kita akan melanjutkan secara umum, karena memang kita kan sudah dibatasi ruang. Ruang di mana tugas-tugas kita sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2024. Jadi saya akan terus tetapi memang detailnya saja dari tiap-tiap tugas itu yang perlu mungkin sedikit evaluasi dan perbaikan sana-sini," ujar Andika.

Andika juga mengatakan ada pesan dari Jokowi untuk dirinya dan keluarga. Namun dia tak membeberkan detail pesan tersebut.

"Ada tapi itu untuk saya dengan keluarga saya, tapi intinya saya akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya," ujar Andika.


(whn/maa)