Viral Kerumunan Live Music, Kafe di Padang Disegel Satpol PP

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 17:55 WIB
Kafe di Padang disegel gegara langgar prokes COVID-19 (dok. Istimewa)
Kafe di Padang disegel gegara langgar prokes COVID-19 (dok. Istimewa)
Padang -

Video menunjukkan kerumunan pengunjung di salah satu kafe di Padang saat ada live music viral. Satpol PP kemudian menyegel kafe tersebut.

Dilihat detikcom, Kamis (18/11/2021), video yang viral itu disebut merupakan suasana di Cafe MCE. Tampak para pengunjung kafe bernyanyi dan menari.

Para pengunjung terlihat tidak menggunakan masker. Pengunjung juga tidak menjaga jarak.

Satpol PP Padang kemudian menyegel kafe itu. Kabid P3D Satpol PP Kota Padang, Bambang Suprianto, mengatakan kafe itu berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Belakang Tangsi, Padang Barat.

Penyegelan dilakukan pada Rabu (17/11). Dia juga menyebut kafe itu tidak memiliki izin.

"Kita hari ini melakukan penghentian sementara atau penyegelan terhadap kafe tersebut, hal ini dikarenakan kafe ini jelas melakukan beberapa pelanggaran. Di antaranya melanggar aturan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pasal 38 Ayat 1. Selain itu, kafe ini juga melanggar Perda Kota Padang Nomor 11 Tahun 2005 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat," kata Bambang.

Penyegelan dilakukan bersama Dandim 0312/Padang Kolonel Inf M Ghoffar Ngismangil bersama Danramil 01/Padang Barat, Kapolsek Padang Barat dan sejumlah perwakilan dinas terkait. Satpol PP mengimbau seluruh pelaku usaha mematuhi aturan yang berlaku.

"Kita aktif melakukan pengawasan Perda Nomor 1 tahun 2021, serta kami harapkan setiap tempat usaha yang beraktivitas harus memiliki izin dari pemerintah Kota Padang," katanya.

Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengucapkan terima kasih kepada pihak yang mematuhi aturan. Dia berharap kasus serupa tak terulang.

"Selain melanggar prokes COVID-19, kafe ini juga tidak berizin dan patut ditindak tegas. Kita berharap hal serupa tidak terjadi lagi di mana saja di kota ini, apalagi Kota Padang masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2," kata Hendri.

(haf/haf)