Pemkot Jaksel Minta Pemilik Bongkar Kafe di Atas Saluran Air Kemang Utara

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 16:05 WIB
Kafe di Kemang Utara bikin geger karena dibangun di atas saluran air. Terancam dibongkar, bagaimana kondisi terkini kafe tersebut? Ini fotonya.
Penampakan suasana di kafe di atas saluran air di Kemang Utara, (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) segera melayangkan surat pemberitahuan pembongkaran terkait bangunan kafe yang berada di atas saluran air di Kemang Utara, Jaksel. Surat pembongkaran tersebut rencananya dikirim sore ini.

"Nanti (sore) saya akan keluar surat pemberitahuan kepada pemilik untuk membongkar," ujar Wali Kota Jaksel Munjirin kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Mujirin menyebutkan, pihaknya memberikan waktu kepada pemilik kafe untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Pemkot Jaksel juga menyatakan siap membantu jika pemilik kafe membutuhkan dalam proses pembongkaran.

"Kita kasih waktu. Kita manusiawi untuk membongkar sendiri. Umpamanya memerlukan bantuan dari kita siap," terang Munjirin.

Dia berharap pemilik kafe tersebut dapat bersifat koperatif. Selain memberikan surat pemberitahuan pembongkaran, pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada pemilik kafe itu agar tidak mengulangi kejadian serupa.

"Syukur-syukur pemilik juga koperatif. Nanti sekalian sosialisasi, baik lisan maupun sekaligus mengantarkan surat pemberitahuan," jelas Munjirn.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kafe berdiri di atas saluran air di kawasan Kemang Utara, Jakarta Selatan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan hal tersebut tak boleh.

"Semua harus diatur sesuai ketentuan yang berlaku ya. Tentu tidak boleh membangun bangunan di atas sungai atau (saluran) air," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (16/11).

Politikus Gerindra itu menilai pendirian kafe ataupun bangunan lainnya harus mengantongi izin sekaligus memenuhi prinsip tata ruang. Jika melanggar tata ruang, Riza memastikan bangunan akan ditindak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Tentunya semua bangunan, gedung, rumah, jalan, termasuk kafe harus sesuai ketentuan yang ada ya. Tidak boleh melanggar tata ruang dan harus ada IMB-nya," jelasnya.

"Kalau ada bangunan yang tidak sesuai pasti ada ketentuan yang ada mekanismenya dan SOP, prosedurnya terkait bangunan itu," sambungnya.

(rak/hri)