Sidang Pleno Maraton 15 Jam, Peserta Muktamar PBR Kelaparan

Sidang Pleno Maraton 15 Jam, Peserta Muktamar PBR Kelaparan

- detikNews
Selasa, 25 Apr 2006 10:56 WIB
Denpasar - Keluhan berdatangan dari peserta Muktamar Islah Partai Bintang Reformasi (PBR). Pasalnya, mereka harus mengikuti sidang maraton yang digelar sejak Senin malam hingga Selasa (25/4/2006) siang tanpa istirahat dan tidak diperbolehkan keluar ruangan."Lapar, mana makanan. Istirahat dulu dong," celetukan para peserta rapat pleno Muktamar Islah PBR di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Selasa (25/4/2006).Sidang pleno yang dimulai sejak pukul 21.00 Wita Senin (24/4/2006), hingga selasa pukul 12.00 Wita masih berlangsung. Agenda rapat pleno yang membahas hasil sidang-sidang komisi sengaja dikebut hingga siang ini.Selama sidang pleno, beberapa kali situasi memanas. Misalnya saja saat verifikasi peserta sidang, panitia sempat mengeluarkan 26 peserta sidang karena tidak mempunyai ID Card. Selain itu, beberaa kali sidang diskors karena tidak ada titik temu dan nyaris deadlock.Pada pukul 03.00 Wita, sidang memanas gara-gara setelah diputuskan sistem pemilihan one delegation one vote, antara ketua dan sekretaris DPC tidak satu suara. Seperti DPC PBR Tasikmalaya, antara ketua dan sekretaris berbeda pendapat, sehingga menimbulkan kegaduhan. Bursah Zarnubi -- salah satu calon ketua umum -- sempat naik ke atas meja pimpinan sidang sebanyak dua kali untuk menghentikan keributan ini.Sidang maraton ini tampaknya tidak diduga panitia. Hal ini terlihat sejak semalam hingga siang ini peserta tidak disediakan makanan. Hanya roti dan minuman saja yang disediakan panitia pagi ini. Seluruh peserta tidak diperbolehkan keluar ruangan sebelum sidang selesai untuk menghindari kericuhan registrasi. Tidak heran banyak peserta mengaku kelaparan. Bahkan untuk salat subuh saja peserta diminta bergantian dan menggunakan musala yang ada di dalam ruangan. (jon/)


Berita Terkait