Perkara Istri Dituntut Bui Gegara Omeli Suami Bikin Jaksa-Polisi Dimutasi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 13:22 WIB
Istri di karawang dituntut 1 tahun penjara gegara omeli suami mabuk
Istri di Karawang dituntut 1 tahun penjara gegara mengomeli suami mabuk (Yuda Febrian Silitonga/detikcom)
Jakarta -

Perkara istri yang dituntut penjara karena memarahi suaminya yang mabuk berbuntut panjang. Penyidik dari kepolisian hingga jaksa yang menangani kasus ini dipindahtugaskan.

Polemik bermula saat Valencya alias Nancy Lim dituntut 1 tahun penjara karena dianggap jaksa telah melakukan kekerasan psikis terhadap suaminya sendiri atas nama Chan Yu Ching. Kejaksaan Agung (Kejagung) lantas turun tangan.

"Dari tahap pra-penuntutan sampai dengan tahap penuntutan, baik dari Kejaksaan Negeri Karawang maupun dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan," ucap Leonard Eben Ezer Simanjuntak selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung pada Senin (15/11/2021).

Sementara itu, saat pembacaan tuntutan pada Kamis, 11 November 2021, Valencya sempat menyampaikan keberatannya. Dia tidak diterima dituntut 1 tahun penjara karena merasa sebagai korban.

"Saya keberatan yang mulia, apa yang dibacakan tidak sesuai fakta, massa hanya karena saya mengomeli suami yang suka mabuk-mabukan saya jadi tersangka dan dituntut satu tahun penjara," kata Valencya di hadapan majelis hakim.

Valencya dianggap jaksa melanggar Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 5 huruf b Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (selanjutnya disebut UU KDRT). Berikut bunyi pasal-pasalnya:

Pasal 45 Ayat (1)

Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 9.000.000 (sembilan juta rupiah).

Pasal 5 huruf b

Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara kekerasan psikis.

Pasal 7

Kekerasan psikis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang.

Bagaimana kronologi perkara ini? Simak halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Kejaksaan Agung Ambil Alih Perkara Istri Omeli Suami Dituntut 1 Tahun

[Gambas:Video 20detik]