Nelayan Myanmar Ternyata Cari Suaka Politik
Selasa, 25 Apr 2006 09:08 WIB
Sabang - 77 Nelayan Myanmar yang terdampar di Pulau Rondo, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), ternyata bertujuan untuk mencari suaka politik. Namun belum jelas negara mana tujuan para nelayan tersebut."Tujuan mereka mencari suaka tapi karena bahan bakar habis mereka terdampar," kata Kapolres Sabang AKBP Edy Siswanto ketika dihubungi detikcom Selasa (25/4/2006).Informasi ini diperoleh pihak kepolisian berdasarkan hasil pemeriksaan secara intensif yang dilakukan Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang.Peritiwa ini bermula ketika para nelayan Indonesia sekitar pukul 11.00 WIB menginformasikan kepada pos patroli laut bahwa terdapat kapal nelayan Myanmar yang terdampar di Pulau Rondo.Mendapat informasi tersebut petugas pos patroli laut langsung mengirim kabar kepada pos Pangkalan TNI AL Sabang untuk mengecek kebenaran berita itu. Setelah dicek ternyata benar bahwa ada sekitar 77 nelayan Myanmar yang terdampar.Seketika itu juga atau sekitar pukul 17.00 WIB petugas Lanal Sabang menjemput mereka untuk membawa ke dermaga Lanal Sabang. "Berdasarkan pemeriksaan juga mereka mengaku sudah melakukan perjalanan sejak 13 hari yang lalu," tambah Edy.Sampai berita ini diturunkan pukul 09.08 WIB, tim dari Lanal Sabang masih melakukan pemeriksaan intensif. Namun mereka mengalami kesulitan disebabkan masalah bahasa. Direncanakan pukul 09.00 WIB ini akan diadakan rapat koordinasi antara polisi, imigrasi dan Lanal untuk membahas 77 nelayan Myanmar ini.
(ahm/)











































