Bamsoet Dukung Uji Coba Taksi Terbang Tanpa Pilot Perdana di Bali

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 23:42 WIB
Taksi Terbang EHang 216 seharga Rp 8  miliar
Foto: Ridwan Arifin/detikOto
Jakarta -

EHang Intelligent Equipment bekerja sama dengan Prestige Image Motorcars akan menguji coba terbang drone bermotor listrik bermuatan manusia tanpa pilot pertama di dunia, EHang 216 pada akhir November 2021 di Bali. Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo menyambut baik rencana tersebut.

Diketahui, selain melakukan uji terbang, EHang Intelligent Equipment juga siap membangun pabriknya di Indonesia. Menurut Bamsoet, selain untuk memaksimalkan produktivitas, ini bisa dijadikan sebagai kerja sama dalam transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

"EHang 216 bisa membawa dua penumpang tanpa pilot. Penumpang tinggal duduk manis di dalamnya tanpa perlu mengendalikan apapun," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (17/11/2021).

"Kendali penerbangan EHang 216 bersifat Autonomous Aerial Vehicle (AAV), menggunakan 4G/5G sebagai saluran transmisi nirkabel berkecepatan tinggi untuk berkomunikasi dengan lancar dengan pusat komando dan kendali, sehingga memungkinkan kendali jarak jauh pesawat dan transmisi data penerbangan secara real-time," imbuhnya.

Usai menerima Head of Asia Pacific Region EHang Intelligent Equipment Mr. Bill Choi bersama CEO Prestige Image Motorcars Rudy Salim, di Jakarta, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan karena menggunakan teknologi penerbangan otonom, EHang 216 bisa meminimalisir kegagalan atau malfungsi yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

Rute penerbangan akan disurvei terlebih dahulu untuk menentukan beberapa rencana yang layak bagi penggunanya.

"Bahkan Mr. Bill Choi menjamin EHang 216 yang memiliki tiga mesin, lebih aman dibandingkan Helikopter yang hanya memiliki satu mesin. EHang 216 menargetkan, di Indonesia mereka bisa memiliki seribu jalur penerbangan," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menerangkan, EHang 216 cocok dikembangkan sebagai transportasi masa depan dalam mendukung kegiatan pariwisata di berbagai destinasi favorit. Seperti di Bali, Lombok, Danau Toba, hingga Raja Ampat.

"Harga jualnya tidak terlalu tinggi untuk dikembangkan dalam bisnis transportasi masa depan, sekitar Rp 8 miliar. Keuntungan bisa didapat dengan menyewakannya kepada para turis di berbagai daerah favorit wisata. Kehadiran EHang juga bisa menambah kekuatan branding daerah wisata, sehingga bisa lebih banyak lagi mendatangkan turis untuk berwisata," pungkas Bamsoet.

(ncm/ega)