Umat Islam Indonesia Tuntut Thailand Cabut Peraturan Darurat

Umat Islam Indonesia Tuntut Thailand Cabut Peraturan Darurat

- detikNews
Selasa, 25 Apr 2006 08:04 WIB
Jakarta - Kekisruhan kembali menimpa Thailand Selatan setelah diberlakukannya Peraturan Darurat (Emergency Decree). Beberapa warga muslim Thailand Selatan ditangkapi tanpa alasan yang jelas dari pemerintah.Hal ini membuat beberapa kelompok umat Islam di Indonesia melakukan protes keras atas diterapkannya kebijakan Peraturan Darurat tersebut. Forum umat Islam ini menuntut supaya peraturan darurat segera dicabut."Kita meminta Thailand, khususnya pihak kepolisian dan tentara, agar menghentikan kekerasan di wilayah selatan. Dan juga mencabut Peraturan Darurat yang jelas-jelas melanggar prinsip-prinsip HAM," kata Ketua Forum Umat Islam Indonesia Mashadi dalam rilisnya yang diterima detikcom Selasa (25/4/2006).Pernyataan sikap serupa juga disampaikan beberapa organisasi Islam lainnya seperti Majelis Mujahidin Indonesia (Irfan S. Awwas), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Febriyansyah), Center for Indonesian Reform (Imam Nur Azis), Jaringan Media Profetik (Ahmad Mabruri), Aceh Institute (Lukman Age),Sekretariat Himpunan Ulama Rantau Asia (M.A. Jawahir)Organisasi Islam tersebut juga meminta kepada pemerintah Indonesia dan pemimpin negara-negara ASEAN, agar menekan pemerintah Thailand yang terbukti telah melanggar Piagam HAM PBB dan Kovenan PBB tentang Hak Sipil dan Politik."Oleh sebab itu kita mendesak lembaga internasional seperti Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Komisi HAM PBB untuk mengirimkan tim pencari fakta demi mengusut pelanggaran HAM di wilayah Thailand Selatan," tambah Mashadi.Selain itu Mashadi menyerukan kepada kelompok sipil di negara-negara ASEAN dan Indonesia untuk melakukan protes damai ke Kedubes Thailand dan memboikot produk ekspor dari Thailand."Apabila pemerintah Thailand tidak segera menghentikan kekerasan dan mencabut Peraturan Darurat. Maka kita harus memprotes itu," tegas Mashadi.Peraturan Darurat itu dikeluarkan pertama kali oleh mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra pada Juli 2005 setelah rangkaian insiden yang menewaskan sedikitnya 1200 warga muslim di Narathiwat, Patani, dan Yala.Dalam beberapa tahun terakhir terjadi aksi penculikan dan pembunuhan terhadap warga muslim di Thailand Selatan. Pada 12 April 2004 lalu seorang pengacara muslim terkenal, Somchai Neelapaichit diculik dan tidak ketahuan nasibnya hingga kini.Beberapa pekan kemudian (28/4/2004) terjadi penyerbuan di Masjid Krue See yang menewaskan sedikitnya 108 pemuda Muslim. Tragedi berdarah itu seolah belum cukup, dilanjutkan dengan pembantaian di Tak Bai yang menewaskan sekurang-kurangnya 79 warga Muslim, sedangkan 1000 demonstran akhirnya ditahan. (ahm/)


Berita Terkait