Wagub DKI Nilai Sumur Resapan Efektif: Manfaatnya Terasa Dua Tahun Ini

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 14:40 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Karin/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim efektivitas sumur resapan cukup baik dalam pengendalian banjir. Riza berujar manfaat pembangunan sumur resapan dapat dirasakan dalam 2 tahun terakhir.

"Sudah dilihat, rasakan dua tahun ini, efektivitas sumur resapan kan cukup baik," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2021).

Riza menuturkan sumur resapan dibangun di titik-titik rawan terjadinya genangan air. Dengan dibangunnya sumur resapan, Riza menyampaikan genangan air bisa surut dalam waktu singkat.

"Karena dibuat di tempat-tempat yang memang terjadi genangan-genangan ya apabila terjadi hujan yang ekstrem, kita lihat dalam dua tahun ini kan terasa manfaat dari sumur resapan," jelasnya.

Politikus Gerindra itu mengatakan pembangunan sumur resapan merupakan program yang dijalankan dari tahun-tahun sebelumnya. Terkait permintaan penghapusan dana sumur resapan, dia meminta agar hal ini didiskusikan terlebih dahulu.

"Perlu diketahui program sumur resapan ini program yang sudah dilaksanakan sebelum-sebelumnya, bukan di zaman sekarang-sekarang saja," ujarnya.

"Kami menghormati pendapat teman-teman di Dewan, nanti silakan dibahas-didiskusikan di komisi terkait," sambungnya.

Sebelumnya, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar anggaran sumur resapan dicoret dari APBD 2022. PDIP meminta agar anggaran sumur resapan dialokasikan untuk normalisasi sungai.

Usulan F-PDIP itu disampaikan oleh anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Agustina Hermanto atau Tina Toon dalam Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Perda tentang APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2022. PDIP menganggap pembangunan sumur resapan sebagai program tak jelas.

"Program-program yang tidak jelas, seperti sumur resapan, kami rekomendasikan untuk dihapus dan anggarannya dilimpahkan untuk normalisasi sungai," kata Tina Toon saat rapat, Selasa (16/11/2021).

Anggota Komisi A DPRD DKI itu mencatat Pemprov DKI tahun depan menganggarkan Rp 1,2 triliun untuk normalisasi atau restorasi sungai. PDIP mendorong agar program normalisasi bisa direalisasikan pada 2022.

(taa/dwia)