ICW Sindir Pimpinan KPK, Ragukan Komitmen Pencarian Harun Masiku

ADVERTISEMENT

ICW Sindir Pimpinan KPK, Ragukan Komitmen Pencarian Harun Masiku

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 08:54 WIB
Kurnia Ramadhana
Kurnia Ramadhana (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan pihaknya akan meningkatkan upaya pencarian tersangka DPO kasus dugaan suap terkait urusan PAW anggota DPR dari PDIP, Harun Masiku. Namun hal tersebut disindir oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

"ICW mengingatkan kepada Bapak Nurul Ghufron bahwa masyarakat saat ini sudah tidak percaya lagi dengan komitmen pimpinan KPK dalam mencari keberadaan buronan mantan caleg PDIP, Harun Masiku," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Kurnia mengatakan apa yang disampaikan oleh pimpinan KPK atau Plt Juru Bicara KPK lebih terdengar seperti lip service semata untuk menutup-nutupi kebobrokan penegakan hukum di lembaga antirasuah tersebut. Menurutnya, permasalahan Harun Masiku ini bukan soal kemampuan KPK, melainkan kemauan.

"Bagi ICW, pimpinan KPK tidak memiliki kemauan untuk memproses hukum Harun Masiku. Besar kemungkinan ketidakmauan pimpinan KPK disebabkan karena adanya dugaan keterlibatan petinggi partai politik dalam perkara tersebut, sehingga hal itu mengendurkan keberanian Firli Bahuri dan pimpinan KPK lainnya," ucapnya.

Dia menyebut indikator untuk menilai ketidakmauan KPK dalam penanganan perkara Harun Masiku ini sudah terlihat sejak awal. Misalnya, kata dia, tidak ada perlindungan dari pimpinan KPK ketika para penyelidik atau penyidik mendapatkan hambatan saat ingin menangkap Harun Masiku dan petinggi partai politik di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

"Pimpinan KPK juga berkeinginan untuk memulangkan paksa penyidik KPK ke instansi asalnya, pimpinan KPK tidak menindaklanjuti rencana penyegelan kantor DPP PDIP, dan pimpinan KPK memberhentikan pegawai yang ditugaskan untuk mencari keberadaan Harun Masiku melalui tes wawasan kebangsaan," ujarnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT