PKB: Banjir-banjir di Kalimantan Pasti Pengaruh ke Ibu Kota Negara Baru

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 05:11 WIB
Daniel Johan
Foto: Daniel Johan
Jakarta -

Semua provinsi di Kalimantan telah mengalami banjir-banjir besar mulai dari Januari hingga November ini. PKB menyebut banjir-banjir tersebut tentu pasti berpengaruh ke Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur.

"Harusnya sedikit banyak pasti berpengaruh, akan banyak kawasan hutan dan resapan air yang terganggu," kata anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB Daniel Johan kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

"Makanya kita selalu mendorong agar dilakukan kajian yang mendalam dengan melibatkan para ahli, sehingga tidak menimbulkan bencana lingkungan di masa depan," tambah Daniel.

Dia pun turut prihatin atas banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang terjadi selama 4 pekan belum juga surut. Daniel mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau dan segera pulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas. Ia juga meminta KLHK untuk melakukan evaluasi kondisi hutan di sepanjang aliran sungai.

"KLHK perlu ada peninjauan terhadap DAS Sungai Kapuas, apakah banjir tersebut akibat dari pendangkalan sungai, lalu bagaimana dengan kondisi hutan di sepanjang aliran sungai?" ucap anggota DPR dapil Kalimantan Barat itu.

Desakan itu disampaikan agar dilakukan peninjauan ke lapangan, dengan begitu pemerintah mengetahui secara langsung gambaran penyebab banjir. Selanjutnya dilakukan pemetaan secara komprehensif, berikut upaya-upaya pemulihannya.

Daniel juga menyoroti pentingnya penanganan pascabanjir terhadap infrastruktur yang rusak parah. Menurutnya, penanganan itu perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan dan anggaran afirmatif.

"Pasti akan begitu banyak infrastruktur jalan yang rusak dan terputus sehingga perlu kebijakan dan anggaran afirmatif mengatasi hal ini," ujarnya.

Daniel juga menekankan pentingnya semua pihak bergotong-royong termasuk peran pemerintah dalam meringankan beban warga.

"Saat ini yang utama dilakukan adalah segera membantu warga terdampak terutama mengenai logistik kebutuhan sehari-sehari dan kesehatan, mereka pasti kesusahan saat ini. Tim tanggap darurat dari BNPB harus segara menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan, dan perahu untuk mengevakuasi warga," tegasnya

Seperti diketahui, banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sudah berlangsung selama empat pekan. Tercatat, selama dari Januari hingga November, semua provinsi di Kalimantan sudah pernah mengalami banjir besar.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom, banjir besar sudah melanda Kalimantan Selatan pada Januari 2021. Selanjutnya, pada Mei, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur juga dilanda banjir besar.

Banjir juga melanda Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur pada September. Terbaru, banjir melanda Kalimantan Barat dan hingga kini belum juga surut.

Simak video 'Penampakan Kerusakan Lingkungan DAS Kapuas Penyebab Banjir Sintang':

[Gambas:Video 20detik]





(fas/knv)