Pemda Diminta Kerja Sama untuk Terus Genjot Vaksinasi

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 22:55 WIB
Sidoarjo terus menggencarkan vaksinasi COVID-19 ke pelosok desa. Ini terus dilakukan agar segera terbentuk herd immunity di pedesaan.
Foto: Suparno
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan hingga 14 November 2021, 130 juta penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan sekitar 84 juta orang di antaranya sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. Sayangnya, masih ada daerah yang cakupan vaksinasi dosis pertama di bawah 25%.

"Daerah yang cakupan dosis vaksinasinya di bawah 25%, perlu segera dilakukan percepatan agar kita semua terlindungi dari ancaman COVID-19," ujar dia dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

Ia juga mengingatkan bahwa vaksinasi kelompok lansia saat ini (per 15/11) baru mencapai 44% dari sasaran dosis pertama, atau sekitar 9,5 juta orang dan 27,6% dari sasaran dosis kedua atau sekitar 5,9 juta orang.

Sementara itu, di kelompok remaja per (15/11), cakupan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 14,8 juta orang (55,7% dari target vaksinasi remaja). Sementara itu, cakupan vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai 9,2 juta orang (34,6% dari target vaksinasi remaja).

Ia juga menyebut berdasarkan data Kementerian Kesehatan, per Senin (15/11) 84,8 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis lengkap. Pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh komponen bangsa sebagai penyelenggara vaksinasi dan juga partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia yang bersedia untuk divaksinasi.

"Perlu ada kerja sama seluruh pihak agar provinsi yang masih rendah cakupan vaksinasinya dapat mempercepat progres vaksinasi di daerahnya masing-masing," ujarnya.

Johnny menegaskan bahwa pemerintah juga telah memastikan semua vaksin yang digunakan di Indonesia aman dan berkhasiat sejalan dengan Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Selain itu, Johnny memastikan ketersediaan vaksin aman dan sudah terdistribusikan ke seluruh Indonesia. Stok vaksin COVID-19 di Indonesia per Sabtu (13/11) tercatat sebanyak 342,5 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dan bulk.

Jumlah ini sudah termasuk tambahan vaksin terbaru sebanyak 4 juta dosis vaksin Sinovac yang diterima mada akhir pekan lalu. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak memilih-milih merek vaksin tertentu dan segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk mendapatkan vaksin.

"Vaksin membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit dan mengurangi risiko kematian," ujar pungkasnya.

(ncm/ega)