Kemnaker Gelar Workshop Regional ASEAN, Bahas Pengaturan TKA

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 19:57 WIB
Workshop Regional ASEAN
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan Workshop Regional ASEAN secara virtual, Senin (15/11). Agenda tersebut membahas kebijakan pertukaran informasi, mekanisme, dan peraturan pengaturan tenaga kerja asing di antara negara-negara anggota ASEAN.

Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Suhartono menjelaskan salah satu tujuan dari workshop ini yaitu untuk berbagi informasi dan praktik terbaik di antara pejabat perizinan mengenai penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Selain itu, kegiatan ini menjadi tempat mempromosikan prosedur izin kerja di antara negara-negara anggota ASEAN, serta berbagi informasi dan data tentang TKA yang ada untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang situasi terkini.

"Kemudian terkait perundang-undangan, mekanisme, dan tantangan di masing-masing negara anggota ASEAN, memperkuat kerja sama antara negara anggota ASEAN demi meningkatkan kapasitas praktisi pelayanan izin kerja, mempromosikan kemungkinan untuk membentuk jaringan komunikasi dan forum diskusi serta pemutakhiran perkembangan mekanisme dan peraturan pengaturan TKA di Negara-negara anggota ASEAN," jelas Suhartono dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11/2021).

Ia mengulas pelaksanaan workshop dibagi menjadi lima sesi yang dihadiri oleh panelis dari tenaga ahli regional proyek ASEAN, pejabat ILO, Ahli Analis Utama Ditjen Imigrasi, dan pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

"Serta ada sesi interaktif bagi semua perwakilan Negara-negara Anggota ASEAN yang berbagi informasi baru, praktik, dan inisiatif terbaik mereka," lanjut Suhartono.

Ia menyatakan, pandemi COVID-19 yang melanda negara anggota ASEAN memberikan dampak besar bagi dunia ketenagakerjaan. Oleh sebab itu, kata Suhartono, semua pihak harus berkolaborasi guna menanggulangi hal tersebut.

"Saya percaya bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi masalah ini. Pada masa krisis saat inilah kerja sama ASEAN bidang ketenagakerjaan harus semakin erat dan kompak, dengan solidaritas ASEAN inilah kita bisa bersama-sama segera keluar dari krisis, tanpa meninggalkan satu negara pun," tuturnya.

Menurutnya, dalam konteks upaya keluar dari krisis tersebut, pihaknya menyambut baik semua kemungkinan penjajakan, baik koordinasi maupun kerja sama melalui fasilitasi Sekretariat ASEAN.

(fhs/ega)