Ma'ruf Bicara Kemungkinan Pembatasan di Nataru, Cegah Gelombang Ke-3 COVID

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 16:00 WIB
Wapres Maruf Amin di Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah, Aceh, Selasa (16/11/2021).
Wapres Ma'ruf Amin di Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah, Aceh, Selasa (16/11/2021). (Lisye Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah berencana melakukan pembatasan saat libur Natal dan tahun baru (Nataru). Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga kasus Corona.

"Apalagi menjelang tahun baru ini di mana memang pergerakan dan mungkin ada beberapa pembatasan di sekitar Nataru itu untuk menghindari lonjakan seperti tahun-tahun yang lalu," kata Ma'ruf di Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah, Aceh, Selasa (16/11/2021).

Pintu Masuk dari Luar Negeri Diperketat

Selain itu, guna mencegah masuknya varian baru virus Corona, Ma'ruf menyebut pengetatan akan dilakukan di pintu kedatangan internasional saat Nataru. Pengetatan juga dilakukan pada saat screening kesehatan.

"Dan untuk yang varian baru itu kita memperketat pintu masuk baik darat, udara maupun laut dan memperketat screening," tuturnya.

Ma'ruf mengatakan wisatawan asing memang dibutuhkan untuk menghidupkan sektor perekonomian. Akan tetapi, menyelamatkan masyarakat, kata Ma'ruf, adalah hal penting.

"Kita memang membutuhkan wisatawan asing tapi kita lebih penting menyelamatkan masyarakat bangsa daripada kemungkinan masuknya varian baru yang bisa memicu terjadinya gelombang ketiga. Karena itu kita lebih mementingkan wisata domestik, wisata lokal," tuturnya.

Tingkatkan Prokes dan Vaksinasi

Ma'ruf juga mengimbau masyarakat senantiasa menjaga protokol kesehatan. Selain itu, pemerintah dikatakan terus meningkatkan cakupan vaksinasi.

"Tentu vaksinasi itu, yang kedua penerapan protokol kesehatan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan yang ketiganya itu penerapan PeduliLindungi di semua tempat mobilitas," tuturnya.

"Tempat wisata, tempat belanja kemudian tempat di lingkungan sekolah, di mana terjadi pergerakan-pergerakan, itu kemudian kita terapkan. Jadi vaksinasi di lingkungan sekolah menjadi penting, termasuk di pesantren, supaya tidak terjadi klaster," pungkas dia.

(lir/aud)