Vaksinasi RI Lewati Target WHO, Masyarakat Tetap Diminta Patuh Prokes

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 11:10 WIB
Vaksinasi di Menara Bank Mega
Foto: Ayunda Septiani/Detikhealth
Jakarta -

Sampai dengan Minggu (14/11), sebanyak 130,3 juta orang di Indonesia telah menerima vaksin COVID-19, setara dengan 62,5 persen dari target capaian vaksinasi. Sementara itu, 84,1 juta orang, atau 40,4 persen dari target vaksinasi telah mendapatkan vaksin lengkap dua dosis.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menyatakan capain vaksinasi tersebut telah melampaui target dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menargetkan setiap negara setidaknya telah memberikan vaksinasi kepada 40 persen populasi di akhir 2021.

"Indonesia berhasil mencapainya lebih cepat dari target WHO tersebut," ujarnya dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (16/11/2021).

Adapun cakupan vaksinasi saat ini ada berkisar 1,6 juta hingga 2 juta suntikan per hari. Diperkirakan pada akhir tahun, total akan ada 290-300 juta suntikan, terdiri dari 161 juta dosis 1 atau 78 persen, dan dosis 2 sekitar 118 juta atau 60 persen yang diberikan kepada masyarakat Indonesia.

dr Nadia menambahkan stok per Sabtu (13/11), dengan adanya tambahan 4 juta dosis vaksin Sinovac, Indonesia telah mengamankan sebanyak 342,5 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dan bulk.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Sebab, pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat.

Di sisi lain, dr Nadia menerangkan vaksin membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit dan mengurangi risiko kematian. Namun, hal itu tak berarti masyarakat dapat mengabaikan protokol kesehatan karena potensi penularan virus tetap terbuka.

"Akan tetapi tidak menjadikan seseorang kebal 100% terhadap infeksi virus, sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan. Bagi yang sudah divaksin agar tetap menjalankan protokol kesehatan 5M," pesan dr Nadia.

(akd/ega)