RI-Timor Leste Teken Batas Darat Agustus
Senin, 24 Apr 2006 18:37 WIB
Jakarta - Pemerintah RI dan Timor Leste akan menandatangani perjanjian formal perbatasan darat pada Agustus tahun ini. Pejabat teknis kedua negara tengah menuntaskan beberapa masalah yang masih tersisa."Sekarang tinggal satu persen saja yang tersisa dan itu sedang diselesaikan. Paling lambat Agustus kita harapkan sudah dapat ditandatangani," kata Menlu Timor Leste, Ramos Horta.Horta mengungkapkan rencana tersebut usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (24/4/2006). Pada pertemuan informal ini, hadir Jubir Deplu Yuri Thamrin dan Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal.Horta berharap dengan selesainya perjanjian perbatasan darat tersebut bisa lebih memacu hubungan baik dua negara di masa-masa yang akan datang, terutama peningkatan dalam hal kerjasama perdangangan dan ekonomi lainnya.Menyinggung keamanan di sepanjang 200 km perbatasan darat dua negara yang sering mamanas, Ramos Horta menyatakan saat ini situasi cukup kondusif. Buktinya selama aksi unjuk rasa dari ratusan mantan anggota AD negerinya beberapa minggu terakhir, tidak pernah ada kekerasan bersenjata di wilayah perbatasan."Demonstrasi damai itu akan terus berlangsung hingga 28 April. Mereka sudah bertemu PM dan Presiden minta penjelasan situasi terjadi dan ingin diselesaikan menurut hukum yang berlaku. Mereka tidak ingin kembali ke AD," jelasnya.
(nrl/)











































