SBY Masih Jajaki Bertemu Presiden Palestina

SBY Masih Jajaki Bertemu Presiden Palestina

- detikNews
Senin, 24 Apr 2006 18:09 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melawat ke Timur Tengah (Timteng) selama 10 hari. Negara Palestina termasuk negara yang direncanakan untuk dikunjungi. Namun, hingga saat ini, masih dilakukan penjajakan agar Presiden SBY bisa bertemu Presiden Palestina Mahmod Abas. Hal ini disampaikan Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, kepada wartawan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/4/2006). Menurut Dino, permohonan untuk berkunjung ke Palestina itu sudah dikirimkan. Pihaknya masih menunggu jawaban dari Palestina. Berikut petikan wawancara dengan Dino: Pertemuan SBY dengan Presiden Palestina?Masih dijajaki. Tapi ada kemungkinan?Saya belum bisa menjawab, masih penjajakan, kita masih menunggu jawaban, karena tergantung jadwal Presiden Mahmoud Abas juga kan. Apa sih yang membuat keputusan bertemu atau tidak, itu lama? Prosesnya sudah kita ajukan, tapi saya dengar Presiden Mahmoud Abas sedang berada di luar negeri. Jadi, keputusannya apakah pada tanggal tersebut dia sudah kembali ke Palestina atau tidak. Jadi masalah schedule sebenarnya. Jadi bukan masalah keamanan?Kalau presiden kita kan pertemuannya tidak di Palestina, mungkin di tempat lain. Pertemuan penting, apa yang diharapkan Indonesia?Justru itu yang akan kita bahas, bagaimana Indonesia dapat meningkatkan dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina yang sekarang sedang terjepit baik oleh bantuan ekonomi yang semakin surut, dan kedua aksi-aksi yang dilakukan oleh Israel. Jadi kita ingin tolong Palestina keluar dari krisis ekononomi dan mendorong agar proses roadmap ke arah perdamaian di Timteng dapat kembali digairahkan, karena sekarang ini prosesnya sangat lamban, tidak ada gerakan baru. Ada opsi memberikan bantuan dana?Opsi itu selalu ada dan ini akan kita bicarakan dengan pemerintahan Palestina. Agenda besar apa kira-kira?Meningkatkan hubungan Indonesia dengan negara Timteng dan meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi. (asy/)


Berita Terkait