JoMan Menilai Wajar Golkar Ingin Ganjar, Singgung Elektabilitas Airlangga

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 07:32 WIB
Relawan Ahok dari komunitas Batman Immanuel Ebenezer
Ketua JoMan Immaunel Ebenezer (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan) yang juga pihak pendukung Ganjar Pranowo menilai wajar jika banyak partai termasuk Golkar yang ingin meminang Ganjar di Pilpres 2024. JoMan lantas menyinggung elektabilitas Ganjar yang saat ini berada di urutan teratas.

"Ganjar sekarang sudah seperti magnet politik, kita lihat Mas Ganjar wajar ketika semua partai, sebetulnya mereka bukan mendukung, karena ini politik ya, politik ini tipis mendukung dan menceburkan," kata Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, saat dihubungi, Senin (15/11/2021) malam.

Dia menduga Golkar ingin mendapatkan efek ekor jas (coattail effect) karena elektabilitas Ganjar yang tinggi.

"Apa yang Golkar lakukan adalah nebeng elektabilitas, menunggangi elektabiltias Mas Ganjar yang hari ini trennya naik terus apa lagi hari ini Mas Ganjar sudah nomor satu, partai lain semacam nggak PD," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Noel ini lalu menyinggung beberapa partai, seperti PDIP dan Golkar yang sudah mencoba mencalonkan ketumnya hingga kadernya untuk nyapres namun tidak mendapat respons elektabiltas yang baik. Dia kemudian menyinggung Golkar yang juga sudah berupaya menaikkan elektabilitas Ketumnya, Airlangga Hartarto, dengan memasang baliho namun tak juga berhasil.

"Jadi ini mereka coba nyalonin para ketumnya ternyata para ketumnya tidak bisa mengatrol elektabilitas walaupun sudah dikatrol dengan beberapa baliho dan dengan cara apapun, ternyata elektabilitasnyna nggak naik. Jadi ketika Golkar ingin coba meminang Ganjar menurut kita sah-sah saja gitu, Golkar kepengen elektabilitas, menumpanglah, atau menunggangi elektabilitas Mas Ganjar gitu," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Tonton Video: Survei DTS: Ganjar di Atas Prabowo, Jokowi Tak Direstui 3 Periode

[Gambas:Video 20detik]




Lebih lanjut, Noel lalu menyinggung sikap PDIP yang tidak juga memberikan kepastian kepada Ganjar terkait Pilpres 2024. Dia menyebut PDIP memang selalu menerapkan politik 'wait and see' terkait pencapresan.

"PDIP selalu mainnya 'wait and see', selalu mainnya last minute gitu, PDIP tidak punya traidisi dia langsung mencalonkan, tradisinnyna selalu mainnya last minute, tetapi kita punya keyakinan karena politik harus rasional nggak bisa emosional. Secara rasional ukurannya saat ini tuh elektabilitas, elektabilitas Mas Ganjar hari ini kita lihat masih nomor 1 trennya," ucapnya.

Noel berkeyakinan PDIP berani tak berani berspekulasi atau gambling dengan tidak mencalonkan Ganjar. Namun jika PDIP tetap demikian, dia menyebut banyak partai lain yang siap menampung Ganjar.

"Nggak mungkin PDIP berani spekulasi atau gambling mencalonkan di luar Mas Ganjar, saya yakin akan tinggalkan para pendukung atau pemilik suara. Hari ini kalau kader PDIP berapa sih? Para voter kan belum tentu kader PDIP, kalau PDIP masih mau gambling terhadap voter-voter ini silakan aja nyalon yang lain selain Mas Ganjar. Nah wajar aja ketika NasDem, PKS, Golkar, ingin meminang Mas Ganjar gitu," ujarnya.

Meski begitu, Noel menyebut PDIP tidak perlu khawatir lantaran Ganjar adalah sosok yang loyal terhadap partainnya. Namun di sisi lain, dia juga mewanti-wanti PDIP bahwa Ganjar juga loyal terhadap pemilihnya.

"Kita lihat ya karena gini, kalau tipikal Mas Ganjar loyalitas ke partainya, tapi juga dia akan pertimbangkan suara rakyat, artiya pemilih mekanismenya mekanisme partai, nggak mungkin Mas Gannjar akan tinggalkan partainya atau mengkhianati partainya. Tetapi dia juga tidak mungkin mengkhianati para voter pemilihnya," tuturnya. (maa/jbr)