RI Hargai Kebijakan Baru Aussie
Senin, 24 Apr 2006 17:55 WIB
Jakarta - Meski enggan merinci secara detil kebijakan baru Australia soal suaka politik, Indonesia menghargai kebijakan baru Negeri Kangguru itu.Kebijakan itu dinilai merupakan itikad baik pemerintah Australia untuk memperbaiki hubungannya dengan Indonesia."Mengenai kebijakan baru itu kita hargai karena relatif menghargai," kata Menlu Hassan Wirajuda usai bertemu Menlu Slovenia Dimitrij Rupel di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Senin (24/4/2006).Namun, imbuh Menlu, kebijakan itu bukanlah suatu hal yang difokuskan dalam konteks sekarang ini. Karena fokus utamanya adalah diterimanya suaka politik 42 warga Papua oleh pemerintah Australia."Tapi kita tidak bicara masalah sekarang dan ke depannya, tapi masalah sebelumnya yang mempunyai potensi mengganggu hubungan kita ke depan," jelas Menlu.Kebijakan baru Australia antara lain peminta suaka politik yang ditangkap petugas imigrasi Aussie akan dipindahkan ke negara-negara di kawasan Pasifik. Australia sudah membuat kesepakatan dengan dua negara Pasifik, sehingga jika ada warga negara asing yang ditangkap mereka akan dipindahkan ke negara tersebut."Sebagai instrumen, kebijakan ini menjadi alat penggetar supaya tidak mudah orang berpikir untuk menyeberang ke Australia," kata dia.Menlu menjelaskan, apapun motifnya, adalah suatu fakta pemerintah Australia sudah memberikan visa sementara bagi 42 warga Papua."Yang kita bicarakan adalah bagaimana mereka yang sudah terlanjur diberikan visa tidak menjadi faktor yang terus mengganggu hubungan kedua negara termasuk aktivitas mereka yang mendukung separatisme," ujar Menlu.
(umi/)











































