RI Belum Pastikan Hubungan dengan Australia
Senin, 24 Apr 2006 17:41 WIB
Jakarta - Meski utusan khusus PM Australia John Howard, Michael L'Estrange, telah bertemu Menlu Hassan Wirajuda 21 April lalu, belum ada kepastian hubungan RI-Australia akan membaik.Menlu mengaku belum mendiskusikan pertemuan tersebut dengan Presiden SBY mengenai hasil pertemuannya itu, sehingga pemerintah belum menyusun langkah-langkah menyusul pemberian visa sementara bagi 42 warga Papua oleh Australia."Saya memang sudah melaporkan pada Sabtu 22 April ke presiden mengenai hasil pertemuan ini, tapi terus terang dalam 2 hari ini kami belum mendiskusikan hasil pembicaraan itu dan langkah-langkah ke depan untuk dilakukan," papar Menlu usai bertemu Menlu Slovenia Dimitrij Rupel di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Senin (24/4/2006).Menlu menjelaskan, ada banyak hal yang dibicarakan terkait pertemuannya dengan L'Estrange, termasuk kebijakan baru Australia soal pemberian visa itu.Mengenai hasil pertemuan itu, Menlu tidak menjelaskan secara rinci. "Itu yang saya katakan, saya baru lapor ke presiden dan L'Estrange lapor ke PM. Memang secara kritis kita membicarakan dalam berbagai aspek maupun kebijakan baru mereka," ungkap Menlu.Saat dikonfirmasi mengenai perundingan yang dikabarkan berlangsung alot, Menlu secara tidak langsung mengakuinya."Dalam perundingan jangan dilihat selalu mudah-mudah saja. Artinya biasa itu, dan perbedaan posisi biasa saja tapi ada niat baik kedua pihak dalam konteks hubungan RI-Australia yang lebih luas," ujar Menlu.Kunjungan L'Estrange tidak akan diikuti kunjungan PM Howard ke Jakarta, sebab permasalahan di tingkat menteri belum juga dapat diselesaikan. "Kita tidak ingin masalah yang belum matang untuk disepakati di tingkat menteri, kita serahkan ke kepala negara," katanya.
(umi/)











































