Jubir Presiden: Rombongan ke Timur Tengah Minimal
Senin, 24 Apr 2006 17:01 WIB
Jakarta - Suara miring muncul terkait rencana keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Timur Tengah (Timteng). SBY dikabarkan membawa rombongan yang besar dan membawa istri, anak dan menantunya. Tapi, Juru Bicara Presiden (Jubir) Andi Mallarangeng membantah Presiden SBY membawa rombongan yang gemuk. "Jumlah anggota rombongan kita selalu minimal. Paling gampang, coba bandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya," kata Andi Mallarangeng saat dihubungi detikcom, Senin (24/4/2006). Seorang WNI di Arab Saudi menyampaikan e-mailnya kepada detikcom. Isinya mengkritik rencana Presiden SBY melawat ke Timur Tengah yang membawa rombongan 102 orang. Menurut informasi yang didapatkannya dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Riyadh, SBY juga membawa serta istri, dua anak, dan menantunya. Selain itu, para pejabat yang menyertai juga membawa serta sang istri. Presiden mulai meninggalkan Jakarta, Selasa (25/4/2006) besok. SBY akan mengunjungi Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordan. Di Arab Saudi, SBY dan rombongan mengunjungi Makkah, Madinah, dan Riyadh dan menyempatkan untuk umrah dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi. Lawatan SBY akan berlangsung selama 10 hari. Andi Mallarangeng membenarkan bahwa anak-anak dan menantu SBY ikut serta dalam rombongan itu. Namun, menurut Andi, keikutsertaan anak dan menantu presiden adalah wajar dan lumrah. Berikut petikan wawancara dengan Andi Mallarangeng: Terkait rencana keberangkatan besok ke Timteng, ada suara miring bahwa jumlah rombongan gemuk. Apalagi anak dan menantu Presiden ikut. Ada komentar? Jumlah anggota rombongan kita selalu minimal. Paling gampang, coba bandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya. Setiap presiden ke luar negeri, rombongan selalu jauh lebih kecil dibanding presiden yang sebelumnya. Begitu juga pengeluarannya.Salah satu tudingannya adalah sesi ibadah umrah yang dinilai aji mumpung. Apalagi ada anak dan menantu. Bagaimana dengan hal ini? Sama sekali tidak. Presiden kan juga manusia beragama. Ini kan kunjungan kenegaraan ke Tanah Suci. Sebagai umat beragama, tentu perlu berhubungan langsung dengan Allah SWT. Tentu itu bersama keluarganya. Kebetulan muslim semua anggota keluarga beliau. Tidak ada satu pun Presiden RI yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Tanah Suci, tidak ke Ka'bah bersama keluarganya. Alangkah janggalnya kalau Presiden dari sebuah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia mengadakan kunjungan kenegaraan ke Saudi Arabia, tapi tidak mengunjungi Ka'bah. Tidak umrah. Kita pun sebagai warga biasa kalau umrah biasanya ajak keluarga. Apakah dari Arab Saudi, anak dan menantu Presiden akan langsung kembali ke Tanah Air, tidak ikut kunjungan ke negara lainnya?Saya belum tahu semua jadwalnya.
(asy/)











































