Kemenkumham Jambi soal 23 Tahanan Kabur: Penjagaan Wewenang Polres

Ferdi Almunanda - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 12:50 WIB
Ilustrasi napi/tahanan kabur (Andhika-detik)
Ilustrasi napi/tahanan kabur (Andhika/detikcom)
Jambi -

Kanwil Kemenkumham Jambi menjelaskan soal status 23 orang tahanan Polres Batanghari yang kabur dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Muaro Bulian, Jambi. Kemenkumham menyebut para tahanan itu bukan tahanan titipan.

"Ini kan tahanan bukan tahanan titipan tapi tahanan dari Polres yang sementara ditempatkan dulu di LPKA, seperti menyewa tempat lah di LPKA ini," ujar Kepala Divisi Lapas Kemenkumham Jambi Aris Munandar kepada wartawan, Senin (15/11/2021).

Dia mengatakan para tahanan itu ditempatkan di Lapas karena Polres Batanghari masih dalam proses renovasi. Menurutnya, penjagaan ke-23 tahanan itu merupakan wewenang polisi, bukan Kemenkumham.

"Karena posisi Polres sedang dalam rehab juga kan. Dan semua persoalan, baik dari makan-minum dan penjagaan itu wewenang Polres," katanya.

Aris mengatakan tahanan Polres itu ditempatkan di sel khusus yang berjauhan dari kawasan tahanan anak di LPKA Muaro Bulian. Tahanan itu ditempatkan sementara hingga proses renovasi Polres selesai.

Dia mengatakan ada dua sel di dalam blok khusus itu yang diisi 24 orang tahanan Polres. Di blok itu, katanya, hanya petugas polisi yang berjaga.

"Jadi ini tidak ada kaitannya dengan petugas di LPKA, karena ini bukan titipan, tapi minjam lokasi untuk tahanan. Maka semuanya baik itu penjagaan merupakan wewenang Polres. Kita hanya menyediakan tempat saja," ujar Aris.

Aris mengatakan para tahanan itu kabur pada malam hari. Dari 24 orang yang kabur satu di antaranya menyerahkan diri.

"Kaburnya itu malam hari, mereka kabur dari arah belakang bangunan kalau nggak salah, total yang masih dicari ada 23 tahanan lagi ya," terang Aris.

(haf/haf)