Pengungsi Merapi Kena Diare

Pengungsi Merapi Kena Diare

- detikNews
Senin, 24 Apr 2006 16:39 WIB
Solo - Puluhan warga lereng Merapi yang ditampung di tempat pengungsian akhir (TPA) Dompol mulai terserang diare. Kondisi kejiwaan dan fasilitas pengungsian dimungkinkan menjadi penyebab datangnya penyakit. Warga yang menghuni lereng Merapi di wilayah Klaten sejauh ini disediakan tiga buah TPA yaitu di Kantor Kecamatan Kemalang dan Lapangan Dompol untuk warga Desa Tegalmulyo dan Sidorejo serta TPA Ngemplak Seneng di Kecamatan Manisrenggo untuk warga Balerante. Seluruh warga Balerante hingga Senin (24/4/2006) ini masih tetap bertahan dan menolak dievakuasi dengan keyakinan penuh akan selamat dari bencana. Sedangkan di Desa Tegalmulyo, hanya warga dusun Gerpasang yang juga masih menolak evakuasi. Luas TPA memang terasa kurang memadai, meskipun evakuasi masih dalam jumlah sedikit karena baru diprioritaskan bagi lansia, balita, perempuan hamil dan warga sakit. Di TPA Dompol saat ini 922 jiwa. Sedangkan TPA Kecamatan Kemalang yang sudah tercatat resmi sejumlah 519 ditambah lagi pengungsi warga Sidorejo yang baru dievakuasi Senin siang dengan empat kendaaraan bak terbuka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan tentang jumlah pasti pengungsi dari Sidorejo tersebut. Sementara itu serangan penyakit mulai dirasakan pengungsi di TPA Dompol. Pada hari ketiga mereka menghuni TPA, puluhan orang terserang diare. Besar kemungkinan fasilitas TPA, yaitu tidur di tikar di atas tanah lembab di bawah tenda terbuka serta dan buruknya fasilitas MCK, memberi andil datangnya penyakit. Seorang petugas juga mengakui bahwa kemungkinan kondisi TPA menyebabkan terjadinya serangan penyakit. Namun bisa juga penyakit itu datang karena para pengungsi mulai mengalami stres. Tim Satkorlak Bencana Merapi Kabupaten Klaten mulai hari ini semakin mengoptimalkan pelayanan kesehatan dan sanitasi bagi pengungsi. "Beberapa di antaranya telah dikirim Puskesmas Kemalang serta rumah sakit untuk mendapat perawatan," ujar Supri, anggota Satkorlak dari unsur PMI. Selain serangan penyakitl ada juga keluhan lain. Para pengungsi lanjut usia atau lansia mengeluhkan tentang pelayanan makanan bagi mereka. Pemberian makanan dengan cara dibagi-bagi menyebabkab para pengungsi saling berdesakan sehingga bagi para lansia hal tersebut cukup merepotkan dan berisiko. (nrl/)



Berita Terkait