Ikuti Arahan Jokowi, Koster Tata Hutan Mangrove di Bali untuk KTT G20

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 11:16 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: Dok Pemprov Bali)
Jakarta -

Kawasan hutan bakau atau mangrove seluas 1.000 hektare (Ha) lebih di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali segera ditata untuk mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi The Group of Twenty (KTT-G20). Kawasan ini ditata sesuai permintaan Presiden.

"Pesan Bapak Presiden RI Joko Widodo, bahwa untuk 1.000 hektare lebih hutan mangrove di Benoa akan kita tata dengan baik. Terutama pada tempat penyemaian mangrove yang jadi konsen Bapak Presiden," kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (15/11/2021).

Koster mengaku sudah membentuk tim yang akan bergerak guna menyusun penataan kawasan mangrove beserta pendukungnya. Perkembangan itu pun telah dilaporkan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti.

"Khusus untuk penataan mangrove ini, kita sudah menugaskan tim yang selalu melaporkan perkembangan kepada Ibu Dirjen untuk diselesaikan secepatnya," jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini.

"Kebetulan pula kami sudah mengeluarkan kebijakan untuk perlindungan tanaman endemik termasuk mangrove sebagai bagian dari pembangunan Bali agar harmoni terhadap lingkungannya," terang Koster.

Selain mendukung penuh penataan hutan mangrove, Koster juga akan menjadikan program energi bersih sebagai showcase. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya menyebut bahwa pengelolaan mangrove akan menjadi concern berbagai pemimpin negara yang hadir dalam KTT G20.

"Akan ada atraksi khusus dari negara presidensi, dan mangrove salah satu yang penting. Di samping memang ada misi penting bahwa mangrove akan jadi konsen 39 pemimpin negara-negara yang hadir. Mangrove ini juga menjadi simbol dari perbaikan dan pemulihan lingkungan," jelas Siti.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono mengaku ingin mengangkat potensi mangrove. Basuki mengaku akan terus concern dalam pengembangan mangrove tersebut.

"Ayo tunjukan kepada pemimpin dunia di G20 bahwa Indonesia tidak main-main dalam mengembangkan mangrove," ajak Basuki.

Baginya, pengembangan mangrove adalah bentuk komitmen Indonesia untuk mengambil peran besar dalam isu-isu perubahan iklim.

"Kita ingin perlihatkan pada dunia bahwa kita bisa memimpin misi penyelamatan bumi melalui pengembangan dan penyelamatan mangrove. Jadi dalam satu snapshot, akan jadi headline di media-media dunia bahwa Indonesia ada dalam misi tersebut, bersama 39 kepala negara yang hadir," kata dia.

(knv/knv)