Jawa Barat Juara I Kelas Reot

Jawa Barat Juara I Kelas Reot

- detikNews
Senin, 24 Apr 2006 15:14 WIB
Bandung - 'Prestasi' buruk diraih oleh Jawa Barat di bidang sarana dan prasarana pendidikan sekolah. Saat ini, tetangga Jakarta ini menduduki peringkat pertama dalam hal kondisi kelas dan sekolah rusak. Juara kedua dan ketiga diraih Jawa Timur dan Jawa Tengah. Saat ini di Jawa Barat kondisi kelas buruk mencapai angka 67,5 persen. 32,5 persen kelas lainnya terbilang masih utuh. "Di Bogor itu malah sekolah inpresnya sudah menjadi situs, almarhum, rusak. Untung presiden hanya berkunjung ke Pulau Seribu saja. Coba kalau ke Jawa Barat, saya tambah malu," ungkap Mendiknas Bambang Soedibyo saat ditemui di sela acara pemberian bantuan dana rehabilitasi kelas di Gedung Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr Curie, Bandung, Senin (24/4/2006). Dana bantuan rehabilitasi kelas ini sebesar Rp 15 miliar untuk 10 sekolah. Di antaranya untuk pembangunan rehabilitasi kelas di Kabupaten Cirebon, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Karawang, Indramayu, Garut, Kabupaten Bandung, Kuningan dan Subang. Menurutnya, perkembangan pembangunan sekolah di Jawa Barat ini terbilang memble. Kondisi ini mempengaruhi tingkat pendidikan Indonesia secara umum. Dia meminta agar pemerintahan daerah di Jawa Barat segera merehabilitasi seluruh sekolah yang ada, dari mulai pendidikan dasar hingga sekolah tingkat atas. Jawa Barat diminta untuk segera mengejar dari ketertinggalan pendidikan sekolah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Termasuk untuk pendidikan bagi kalangan usia dini. "Untungnya Jawa Barat menduduki juara ketiga dalam hal buta aksara. Jatim dan Jateng menduduki peringkat pertama dan kedua," kilah Mendiknas. Hingga saat ini dari data yang ada, kebutuhan rehabilitasi kelas sekolah di Jawa Barat mencapai 58.511 kelas. Jumlah ini membutuhkan dana rehabilitasi sebesar Rp 2,8 triliun. Sedangkan kebutuhan kelas baru di Jawa Barat mencapai 5.826 kelas untuk tingkat SMP dan 1,706 untuk tingkat MTs. "Jika pendidikan gagal di Jawa Barat itu berarti kegagalan se-Indonesia," tandas Mendiknas. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads