Merapi Siaga, Tempat Penampungan Sapi Dibangun di Turgo

Merapi Siaga, Tempat Penampungan Sapi Dibangun di Turgo

- detikNews
Senin, 24 Apr 2006 14:25 WIB
Yogyakarta - Untuk mengantisipasi Gunung Merapi meletus, tempat penampungan sapi dan hewan ternak lainnya dibangun di kawasan Dusun Turgo Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem.Tempat penampungan sapi itu dibangun di sebelah selatan atau berjarak sekitar 500 meter dari Dusun Turgo yang pernah terkena awan panas (wedhus gembel) Merapi pada tahun 1994 lalu. Tempat itu dibangun di dekat tanah lapang milik tanah kas desa setempat.Pembangunan tempat penampungan itu dilakukan oleh anggota TNI AD Korem 072 Pamungkas bersama warga dusun setempat. Kandang penampungan itu dibuat semi permanen menggunakan batang bambu Ori dan rencananya menggunakan atap seng. Pembangunan kandang sementara itu diperkirakan memakan waktu satu minggu. Saat ini pembangunan baru sampai tahap membuat kerangka. Masing-masing kandang penampungan berukuran 2 x 10 meter. Saat ini baru jadi 4 dari 10 unit kandang yang direncanakan. "Perkiraan kami, kandang ini bisa menampung 300 sapi milik warga Turgo, Ngandong maupun Tritis," kata Muhammad Yusuf, petugas penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Peternakan Sleman kepada wartawan saat mengawasi pembangunan di Turgo, Hargobinangun, Sleman, Senin (24/4/2006). Menurut Yusuf, bila kandang sudah selesai, penempatan ternak akan diatur oleh masing-masing kelompok peternak. Total jumlah sapi yang ada di ketiga dusun itu sebanyak 500 ekor. Sebagian besar adalah sapi perah yang mencapai 400-an ekor. Sedang sisanya adalah sapi lokal. "Rata-rata warga Turgo dan sekitarnya mempunyai 2-4 ekor sapi perah yang jadi mata pencarian utama," katanya.Titip SebagianSementara itu Sukimin (50), warga Turgo menuturkan, pihaknya akan menitipkan dua dari empat ekor sapi perahnya di tempat penampungan bila sudah jadi. Namun dia juga berencana menitipkan sapi perah lainnya ke salah satu familinya di Desa Purwobinangun yang terletak 3,5 kilometer dari tempat tinggalnya."Mungkin ada yang saya titipkan di sini bersama warga lainnya dan ada yang dititipkan ke saudara saya di bawah," katanya.Menurut dia, bila dititipkan di tempat penampungan untuk mencari rumput atau pakan lebih mudah bila dibandingkan di bawah. Sebab bila dititipkan di bawah akan repot saat mencari rumput. "Saya tidak ingin sapi saya mati kena awan panas karena harta kekayaan dan jadi tumpuan penghidupan," katanya.Kepala Dusun Turgo Suwiji menyatakan, saat ini warga Turgo selalu ronda selama 24 jam. Selain itu selalu memantau perkembangan Merapi melalui radio pemancar 2 Meteran dan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). "Saat ronda warga juga selalu waspada dan memantau ke atas gunung melalui gardu pandang yang dibangun di salah satu sudut dusun," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads