Penanganan Banjir Jakarta di Awal November Dinilai Belum Efektif

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 07:15 WIB
Close-up of woman in orange rubber boots jumping on the puddle
Foto: thinkstock
Jakarta -

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna menyebut penanganan banjir oleh Pemprov DKI Jakarta saat awal musim hujan, tidak efektif. Dia menyebut, Pemprov DKI Jakarta tidak menggerakkan masyarakat untuk ikut serta mengantisipasi banjir.

"Pada saat awal ini, kita intensitas hujan tinggi belum banyak terlihat, atau apa yang selama ini dijanjikan 6 jam surut, belum efektif atasi yang ada," ucap Yayat, saat dihubungi, Sabtu (13/11/2021).

Yayat menyebut, beberapa lokasi yang pada tahun-tahun sebelumnya terkena banjir, kini masih terjadi banjir. Salah satunya kawasan kemang.

"Kemang sudah sering, sekarang terjadi lagi. Pertanyaan kita, apakah pola penanganan bersifat per-kawasan dipantau atau tidak. Seharusnya, musim hujan terjadi, ada tindakan di lapangan, langsung dipetakan di lapangan, langsung dipetakan dan dijawab," katanya.


Lalu, wilayah lain yang sering langganan banjir adalah Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Kawasan itu, memang diprediksi akan terus banjir. Maka, perlu ada pendekatan khusus kepada kawasan-kawasan rawan banjir.

"Di Cipinang Melayu sering kebanjiran, harus berikan informasi. 'Bapak, ibu, daerah bapak akan terus terkena banjir,'" katanya.

"Bagaimana membuat penanganan masalah melibatkan masyarakat. Contoh seperti gerebek lumpur itu untuk saluran utama, tapi bagaimana caranya RT terdampak diajak, masyarakat ditangani, bapak ibu ditangani, dimana masalahnya? Harusnya masyarakat diajak dan dilibatkan," katanya.

Golkar minta DKI memberikan perhatian kepada pendapat-pendapat dari masyarakat. Perlu ada integrasi antara pemerintah dengan warga terdampak.

"Pendekatan terintegrasi, anggota program dan yang dilakukan oleh masyarakat itulah cata terbaik untuk atasi masalah di RT," katanya.

(aik/aik)