Mantan Guru Honorer Sukses Buka Usaha Baju Cosplay Kucing

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 06:47 WIB
Jakarta -

Bagi sebagian orang, mempunyai gelar pendidikan bukan menjadi patokan untuk bekerja sesuai dengan ijazahnya. Berani mengambil keputusan, tentu harus berani pula menerima konsekuensinya.

Fredi Lugina (40) pria asal Desa Jampang, Kabupaten Bogor, ini merupakan seorang Sarjana Ekonomi Pemasaran, lulusan dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr. HAMKA. Setelah memiliki gelar sarjana, Fredi menjadi seorang guru honorer sekolah dasar di SDN Jampang 1. Sambil mengisi waktu luang setelah mengajar, ia juga membuka usaha konveksi di rumahnya.

Namun, banyaknya profesi yang ditekuni, membuat Fredi harus mengorbankan salah satunya. Ia pun berhenti setelah menjadi guru honorer selama 6 tahun, kemudian fokus pada usaha konveksinya.

"Saya pikir tidak mungkin beberapa profesi dijalankan dalam waktu bersamaan, akhirnya saya mengambil keputusan untuk berhenti mengajar dan saya melanjutkan usaha saya di rumah," ujar pria yang akrab disapa Fredi ini.

Pada saat itu, Fredi memproduksi pakaian seragam sekolah dan seragam karyawan. Di tahun 2017, ia memutuskan untuk menjadi produsen pakaian hewan.

"Tahun 2017 awalnya saya membuat modelnya masih konvensional yang sederhana semacam dress, kaos, kemeja atau sweater hoodie seperti itu.
Tahun 2018 kakak saya yang laki-laki memberikan saran "Coba membuat cosplay costume baju kucing tapi yang memakai tangan," papar Fredi saat ditemui di tempatnya.

Keputusan yang dipilih Fredi tentunya mendapatkan komentar dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Mengingat bahwa ia mempunyai ijazah S1 Ekonomi Pemasaran.

"Balik lagi kalau ke pendidikan saya berpikir terlalu sederhana, terlalu simpel banget kalau saya memiliki sumber rezeki untuk saya sendiri, keluarga saya sendiri. Ada orang yang membantu, jadi rezekinya bukan hanya untuk saya saja. Orang-orang yang membantu saya bisa mendapatkan rezeki dari produk yang saya buat," ujarnya dalam program Sosok.

Mau belajar hal baru dan menyukai tantangan tentu menjadi semangat untuk Fredi dalam menjalankan bisnisnya. Dengan profesi yang ditekuni saat ini, Fredi mendapatkan dukungan positif dari kedua orang tuanya. Fredi pun meyakinkan bahwa ia dapat menerima apapun konsekuensi atas keputusannya.

(fuf/gah)