Menag Tolak Minta Maaf ke Ahmadiyah dan Kelompok Lia Eden

Menag Tolak Minta Maaf ke Ahmadiyah dan Kelompok Lia Eden

- detikNews
Senin, 24 Apr 2006 13:59 WIB
Jakarta - Menag Maftuh Basyuni merasa tidak bersalah sedikit pun atas pernyataannya bahwa Ahmadiyah adalah ajaran sesat, sehingga pengikutnya harus membentuk agama baru. Menag juga tidak akan minta maaf kepada siapa pun atas pernyataannya itu."Kalau saya disuruh minta maaf, saya merasa tidak bersalah," cetus Menag usai bertemu dengan Front Penanggulangan Ahmadiyah dan Aliran Sesat (FPAS) di Depag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (24/4/2006).Menag mempersilakan siapa saja menuntutnya terkait hal itu, karena hal itu merupakan hak setiap orang."Boleh saja menempuh jalur hukum, itu hak mereka. Nanti kita lihat saja," kata Menag menanggapi pernyataan bahwa pengikut Ahmadiyah dan Lia Eden akan menempuh jalur hukum terhadap ucapan dan kebijakannya itu.Dia juga menilai apabila Ahmadiyah tetap mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi, lebih baik ditanggalkan keislamannya. "Jangan menyatakan Islam, bilang saja agama saya Ahmadiyah. Selesai," tandas dia.Dia juga menghargai kedatangan FPAS mendukung langkahnya. Dengan dukungan itu ia merasa tidak sendirian lagi.Dia menjelaskan aksi pembakaran dan pengrusakan kantor Ahmadiyah di Parung Bogor dan NTB beberapa waktu lalu. Dia menilai tindakan itu menyalahi hukum, namun juga didasari persoalan hakiki yang tidak diselesaikan, yaitu munculnya ajaran Ahmadiyah yang mengaku ada nabi terakhir setelah Nabi Muhammad SAW."Islam adalah harga mati, Tuhan satu dan bernabikan Muhammad. kalau ada lagi, ini sesat," cetus Menag.Dia juga menyayangkan sikap cendekiawan muslim Dawam Rahardjo yang ikut serta mendukung keberadaan Ahmadiyah dan kelompok Kerajaan Tuhan pimpinan Lia Aminuddin atau Lia Eden. Dia merasa heran dan kasihan dengan sikap Dawan itu."Kalau Dawan datang ke saya menyomasi saya, saya heran. Mungkin dia keblinger. Saya sangat kasihan," katanya.Dia juga mendukung pihak kepolisian yang mengevakuasi pimpinan Kerajaan Tuhan, Lia Aminuddin dari markasnya ke kantor kepolisian beberapa bulan lalu. Sebab jika tidak dievakuasi, Lia bisa mati konyol.Di tempat yang sama Ketua FPAS Ahmad Sumargono mengatakan, kunjungannya ke Menag diharapkan bisa memberikan informasi langsung ke Presiden SBY, karena presiden membutuhkan informasi langsung dari para ulama yang datang ke Menag hari ini."Ya penyelesaiannya harus jalur hukum. Salah satu anggota kita sudah melaporkan ke polisi. Tinggal Mabes Polri yang mem-follow up-nya. Ada dua cara, yaitu dibuat pembubaran Ahmadiyah atau agama sendiri," kata dia.Sebelumnya, sekelompok orang yang mendukung ajaran Ahmadiyah dan Kerajaan Tuhan mendatangi Depag. Mereka mendesak Menag minta maaf atas pernyataannya. Mereka siap menyomasi Menag jika menolak meminta maaf. (umi/)


Berita Terkait