Kasus Ahmadiyah, Penanggulangan Aliran Sesat Dukung Menag
Senin, 24 Apr 2006 12:48 WIB
Jakarta -
Departemen Agama (Depag) jadi sasaran kontroversi kasus Ahmadiyah dan Lia "Eden" Aminudin. Setelah kedua kelompok yang difatwakan sesat itu mendemo Depag, giliran kelompok pendukung yang datang.Kelompok pendukung Depag itu tergabung dalam Front Penanggulangan Ahmadiyah dan Aliran Sesat (FPAS). Mereka tiba di Depag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (24/4/2006).FPAS datang dengan dipimpin ketuanya Ahmad Sumargono. Ikut hadir pula anggota FPAS antara lain KH Yusuf Hasyim (penasihat Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang), Husein Umar (Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia /DDII), dan Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Ketua Umum Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam). Mereka ditemui langsung Menteri Agama (Menang) Maftuh Basyuni.FPAS menjelaskan, kesesatan gerakan Ahmadiyah sudah ditetapkan secara luas oleh dunia Islam. Selama ini juga tidak terjadi perbedaan pendapat di kalangan umat Islam kalau Ahmadiyah adalah sebuah agama baru, di luar Islam."Karena itu penegasan Menag bahwa Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan sudah benar dan tidak perlu diralat," kata Abdul Rasyid Abdullah Syafii.Abdul Rasyid juga menyatakan, Ahmadiyah memiliki kitab suci sendiri yang bernama Tadzkirah. Kitab suci itu berisi pemutarbalikan ayat-ayat suci Alquran."Ahmadiyah telah memanfaatkan situasi kebebasan beragama untuk mencengkramkan kukunya di Indonesia dan menjadikan RI sebagai basis gerakannya di Asia Tenggara," tutur Abdul Rasyid.FPAS juga mengimbau agar kalangan non-muslim tidak turut memperkeruh situasi dan ikut-ikutan memanfaatkan kasus Ahmadiyah dan Lia Eden dengan tujuan merusak umat Islam.Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB, hingga kini masih berlangsung. Menag belum menyampaikan tanggapan atas pernyataan FPAS.
(iy/)










































