Belgia Gempar, ABG Tewas Gara-gara Pertahankan MP3
Senin, 24 Apr 2006 12:20 WIB
Brussels - Pembunuhan seorang remaja laki-laki mengguncang Belgia. ABG berusia 17 tahun itu tewas di tangan dua perampok muda. Dia terbunuh cuma gara-gara karena menolak memberikan pemutar musik digital alias MP3 miliknya kepada perampok. Duh!Nasib tragis yang menimpa anak laki-laki itu mengundang simpati publik Belgia. Sekitar 80 ribu pendemo turun ke jalan di ibukota Brussels untuk memprotes pembunuhan itu. Dalam aksi ini, massa berjalan dengan tenang tanpa bersuara. Pemerintah Belgia pun mendukung aksi silent march ini. "Demonstrasi ini merupakan sinyal penting yang sangat saya dukung," ujar Perdana Menteri Belgia Guy Verhofstadt."Kami akan melakukan upaya lebih keras untuk memerangi kejahatan pemuda," tandasnya seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Senin (24/4/2006).Sejauh ini polisi belum berhasil menangkap tersangka. Meski video rekaman gambar para tersangka pelaku penyerangan Joe Van Holsbeeck dan temannya telah disebarluaskan secara nasional. Peristiwa berdarah yang menimpa Van Holsbeeck itu terjadi pada 12 April lalu.Van Holsbeeck tewas ditikam di stasiun kereta api Pusat Brussels yang ramai. Pembunuhan itu menggemparkan Belgia yang berpenduduk sekitar 10,5 juta jiwa.Orangtua korban sangat tersentuh akan besarnya dukungan yang ditunjukkan masyarakat. "Ada banyak emosi dan pada akhirnya itu bisa mengurangi kepedihan kami," ujar ayah Van Holsbeeck pada jaringan televisi lokal, VRT.Kepolisian memperkirakan jumlah pengunjuk rasa mencapai sekitar 80 ribu orang. Ini dianggap sebagai aksi protes terbesar di Belgia sejak lebih dari 30 ribu orang ikut serta dalam demonstrasi menentang cara polisi menangani sebuah kasus penculikan dan pembunuhan fedofil.
(ita/)











































