Kolom Hikmah

Bakti

Aunur rofiq - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 06:57 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfaraby/detikcom
Jakarta -

Dalam ajaran Islam berbakti kepada orang tua adalah mutlak. Alangkah baiknya jika kita mendoakan orang tua kita supaya diberi kesehatan dan keselamatan dunia akhirat. Lalu siapa itu orang tua? Orang tua adalah bapak dan ibu yang telah melahirkan kita yang terikat oleh suatu perkawinan yang sah. Adapun do'a yang diajarkan sebagai berikut :

Rabbighfirlii wali waalidayya warham humma kamaa rabbayaanii shaghiiraa

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka merawat aku di waktu kecil. Berilah do'a ini pada kedua orang tua pada saat setelah shalat, sambil membayangkan betapa " berjuangnya " dalam merawat, mendidik dan mengajarkan kehidupan, agar kita kelak selamat di kehidupan dunia dan akhirat. Berbuat durhaka kepada Ibu Bapak adalah dosa yang hampir setingkat dengan syirik, tidak akan diampuni Allah Swt sebelum Ibu bapaknya memberi ampunan lebih dulu.

Allah Swt memerintahkan agar kita tidak menyembah selain-Nya, dan memerintahkan berbuat baik kepada Ibu dan bapak. Jika seorang di antara keduanya atau kedua-keduanya berumur lanjut, janganlah kita mengeluarkan kata-kata yang kasar kepada mereka apalagi menghardik, hendaklah kita menggunakan kata-kata yang mulia dan lemah lembut terhadap keduanya. Rendahlanlah dirimu ( meski saat ini dirimu menjadi orang berkedudukan tinggi ) dengan penuh kecintaan. Inilah inti dari surah al-Isra ayat 23-24. Perintah ini menjelaskan pada kita agar bersikap lemah lembut dengan penuh kecintaan dan kasih sayang terhadap kedua orang tua.

Ada kisah seorang anak yang berbakti dan patuh pada Ibunya. Dialah Uwais al Qarni adalah sosok pemuda yang shaleh dan sangat memuliakan ibunya. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan sang ibu.

Pada satu waktu, Uwais meminta izin kepada ibunya untuk berjumpa dengan Rasulullah Saw yang saat itu berada di Madinah. Ibunya mengizinkan dan berpesan kepada Uwais agar cepat pulang karena Ibunya merasa sakit-sakitan. Sampai di Madinah, Uwais langsung menuju rumah Rasulullah Saw. Namun sayang Uwais tak bisa menemui Rasulullah Saw sebab sedang di medan perang.

Teringat pesan sang ibu agar lekas kembali ke Yaman, Uwais dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah Ra istri Rasulullah yang ketika itu ada di rumah. Tak lupa dia menitipkan salam untuk Rasulullah Saw. Ini contoh ketaatan seorang anak pada pesan sang ibu. Penulis akan sampaikan kisah lainnya, seorang anak yang shaleh namun setelah menikah meninggalkan baktinya pada Ibu.

Dikisahkan bahwa Alqamah sakit keras, namun tatkala diajarkan orang mengucapkan syahadat ia tidak dapat mengucapkannya. Dengan rasa cemas Rasulullah Saw berangkat ke rumah Alqamah dan menyuruh memanggil kedua orang tuanya. Ibu Alqamah menjelaskan, bahwa ayahnya sudah lama meninggal dunia, bahwa dialah yang membesarkan anak itu dan merawatnya sampai dewasa.

Rasulullah Saw bertanya, " Ada kejadian apa antaramu dan anakmu?"
Ibu Alqamah menceritakan, bahwa tidak ada kejadian yang penting antara dia dan anaknya. Anaknya seorang yang shaleh, mengerjakan shalat, puasa dan membayar zakat kepada fakir miskin.

Rasulullah Saw menerangkan, " Jika demikian ia semestinya dapat mengucapkan kalimah syahadat. Mungkin ada dosanya padamu, wahai orang tua".

Kemudian Ibu Alqamah menceritakan dengan berlinang, bahwa Alqamah anak yang dicintainya dan sayang pada Ibunya, namun setelah menikah
Ia lebih sayang pada istrinya daripada kepada Ibunya sendiri.

Ketika itu Rasulullah Saw berkata, " Inilah yang dinamakan kemurkaan Ibu. Demi Allah tidak akan memberi manfaat sedikitpun padanya segala ibadah shalat, puasa dan zakatnya, jika ia beroleh kemurkaan Ibunya. Wahai, Ibu Alqamah, berikanlah ampunan kepada anakmu itu! Jika tidak, Allah Swt pasti akan memasukkan kedalam neraka. Allah Swt tidak akan memberi ampunan kepada anak yang berbuat dosa terhadap ibu bapaknya, sebelum ibu bapaknya sendiri memaafkannya terlebih dahulu".

Kedua kisah tersebut di atas memberikan pelajaran bagi kita, bahwa bakti pada ibu dan bapak adalah keharusan. Apakah kita yang kedua orang tua masih sugeng ( jawa = sehat ), jika ya, segeralah lakukan komunikasi secara periodik ( rutin ) dan datangi jika keberadaanmu tidak satu kota.

Orang tua adalah ladang pahala, jangan sampai ada orang tua kita yang sudah lansia masih berjuang untuk menghidupi dirinya, hal ini adalah kewajiban seorang anak. Ingat saat kita bersekolah di Perguruan Tinggi, tidak semua orang tua mampu memberikan biaya, ada yang terpaksa jual hartanya ( tanah, rumah, hewan ternak dll ) ada juga yang berhutang.
Perjuangan orang tua ini harus selalu kita ingat dan tebuslah dengan berbuat baik serta mendo'akannya seperti di atas. Ada beberapa kisah nyata, di mana seorang anak yang sudah berhasil dalam kehidupan dunia, sehingga ketika ada tamu temannya ke rumah yang tidak sengaja ketemu dengan orang tuanya, si anak ini merasa malu mengaku jika orang tua tersebut adalah ibu atau bapaknya. Kau lupa siapa yang mendidik, merawat dan melatih sehingga berhasil menjadi seorang pengusaha besar, pejabat tinggi atau guru besar universitas ternama. Semua ibadahmu akan sia-sia jika salah satu orang tua kau durhakai.

Untuk itu kita selalu memohon pada Allah Swt agar selalu diberikan kekuatan dan hidayah untuk bakti pada orang tua, ingatlah kekuatan do'a seorang ibu dan bapak, do'a ini akan menaungimu dalam perjalanan hidupmu, Semoga kita termasuk golongan yang mencintai dengan kasih sayang pada orang tua.

Aunur Rofiq

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP 2020-2025

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)

(erd/erd)