11 November Kenapa Diperingati Jadi Single Day? Cari Tahu di Sini

ADVERTISEMENT

11 November Kenapa Diperingati Jadi Single Day? Cari Tahu di Sini

Salma Rafifa Aprillya - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 10:53 WIB
11 November Kenapa Diperingati Jadi Single Day? Cari Tahu di Sini
11 November Kenapa Diperingati Jadi Single Day? Cari Tahu di Sini / Foto: Getty Images/Tempura
Jakarta -

11 November diperingati sebagai Single Day. Single Day ini merupakan acara belanja online terbesar yang berasal dari China.

Jack Ma sebagai pendiri Alibaba mengubah Single Day ini menjadi acara belanja online terbesar dari tahun 2009. Jack Ma menghasilkan miliaran dolar dari acara belanja online terbesar ini. Mulai dari makanan, rumah, barang hingga jasa hampir semua bisa dibeli dengan harga diskon saat Single Day ini.

Lalu, kenapa 11 November diperingati sebagai Single Day? Simak informasinya berikut ini.

11 November: Awal Mula Single Day

Dilansir dari Forbes, Single Day merupakan gerakan Anti Valentine yang dipopulerkan oleh kalangan mahasiswa di China pada tahun 1993 lalu. Single Day, juga dikenal sebagai 'bare sticks holiday'. Tanggal 11.11 dipilih sebagai simbol 'bare sticks' yaitu bahasa gaul China untuk seorang lajang.


Awalnya, Single Day merupakan hari bagi para mahasiswa untuk merayakan kelajangan mereka. Mereka merayakannya dengan berbelanja, makan di restoran, dan keluar malam bersama teman-teman.

Namun, pasar bisnis melihat peluang untuk menjual lebih banyak produknya dan mulai menjual produknya di hari itu dengan diskon khusus. Saat ini Single Day menjadi acara belanja online yang berhasil menjual barang terbanyak sedunia.

11 November: Single Day Sebagai Acara Belanja Terbesar

Sebelumnya acara belanja Single Day ini tidak terlalu besar. Lalu, Jack Ma membawa strategi penjualan Single Day ke pasar online Alibaba dengan menawarkan diskon besar pada platform tersebut.

Ruang belanja online memicu cara baru untuk menarik perhatian semua jenis pembeli. Melalui diskon besar-besaran, hal ini menciptakan lonjakan penjualan yang luar biasa bahkan dalam hitungan jam. Hal ini membuat penjualan di acara belanja Single Day lebih besar dari Black Friday dan Cyber Monday di Amerika jika digabungkan keduanya.

Berdasarkan ABC News, tahun lalu, selama Single Day 2020, Alibaba dan JD.com mencatat rekor, mengumpulkan sekitar $155 miliar dalam penjualan di seluruh platform mereka. Dalam satu jam pertama saja, hampir 330.000 item terjual di Alibaba dengan pembeli yang ingin mendapatkan penawaran untuk apartemen, tas mewah, peralatan, kebutuhan sehari-hari, hingga mobil.

Pada prakteknya, 11 November tidak hanya sebatas acara belanja. Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT