Respons Kekecewaan Ryamizard ke Nadiem, Ketua Komisi X DPR Bicara Peran Komcad

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 08:48 WIB
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda
Syaiful Huda (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu kecewa terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim karena kurangnya penanaman wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan. Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai salah satu yang bisa dilakukan untuk menanamkan wawasan kebangsaan dengan mengedukasi Komponen Cadangan (Komcad).

"Menyangkut soal kewajiban bela negara, Komponen Cadangan, menurut saya sebagai bagian dari langkah menanamkan nasionalisme menjadi agak menjadi semakin relevan untuk mem-follow up statement Pak Ryamizard Ryacudu," kata Syaiful ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/11/2021).

Ia berharap agar Komcad bisa diajarkan di sekolah-sekolah. "Komcad bisa masuk di sekolah-sekolah kita, tentu dengan materi yang ketahanan itu education, bukan yang bermuatan militeristik, tetapi yang sifatnya edukasi menyangkut soal wawasan kebangsaan dan seterusnya," lanjutnya.

Selain itu, ia meminta agar ada mata pelajaran baru, yakni Pancasila. Menurutnya, pelajaran Pancasila harus dibedakan dengan PPKN.

"Target kami Pancasila harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Kan selama ini masuk di PPKN, pendidikan kewarganegaraan. Nah, termasuk bagaimana supaya ke depannya penanaman nilai-nilai kebangsaan dengan nilai Pancasila ini bisa utuh diterima," tegas Syaiful.

"Supaya wawasan kebangsaan dan seterusnya bisa maksimal," lanjutnya.

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mengatakan pendidikan wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter mestinya berjalan beriringan.

"Porsi perhatian terhadap pendidikan karakter dan kebangsaan di setiap jenjang lebih kecil dari sebelumnya. Wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter pendekatannya tidak bisa hanya kognitif. Harus dipastikan terinternalisasi dan terimplementasi dalam keseharian," lanjut Ledia.

"Metode pembelajarannya diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan yang tentu harus bersambung termasuk hingga jenjang PT," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Ryamizard Ryacudu menyatakan kekecewaannya terhadap Nadiem Makarim. Ia menyinggung soal perlunya penanaman wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan.

"Saya juga agak kecewa pada Mendikbud," kata Ryamizard dalam acara yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertajuk 'Dialog Kebangsaan, Bela Negara Tanggung Jawab Bersama', Rabu (10/11/2021).

Menurut Ryamizard, penanaman nilai moral dan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan penting dewasa ini. Selain itu, ia menilai pentingnya pendidikan yang mendalami ajaran agama bagi anak-anak bangsa.

"Menurut saya, itu kalau menjadikan anak itu hebat, artinya dia bermoral, berkebangsaan, itu mulai dari kelas I SD itu," kata dia.

"Saya dulu begitu. Kalau sekarang ini harus milenial. Kalau nggak milenial, ya ketinggalan zaman, tapi harus bergandeng dengan wawasan kebangsaan. Jadi dia harus mengerti bangsa ini. Dia mengerti pahlawan-pahlawannya. Dan juga dia harus mengerti agamanya, sehingga dia tidak keluar ke mana-mana," kata Ryamizard.

(isa/zak)