Lantik Kabaintelkam-Kapolda, Kapolri: Jangan Padamkan Api Saat Api Besar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 17:16 WIB

Lebih lanjut, Sigit memaparkan adanya persepsi tentang polisi antikritik. Dia mengakui bahwa persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan dan dibuktikan kepada masyarakat bahwa polisi tidak antikritik karena selalu menyerap aspirasi. Hal itu untuk menjadikan Polri yang lebih diharapkan oleh masyarakat.

"Polisi tidak antikritik. Ini jadi tantangan saya karena kritik penting dan dimanfaatkan. Ada persepsi di masyarakat tentang kita dan kita harus perbaiki. Persepsi yang diharapkan sesuai dengan keinginan masyarakat. Banyak program kita yang dilaksanakan namun memang perlu waktu," kata Sigit.

Sigit meyakini tantangan itu bisa diselesaikan dengan bekerja secara tulus, kerja keras, dan ikhlas. Sigit optimistis tingkat kepercayaan publik akan terus meningkat dari yang sudah ada saat ini.

"Namun saya yakin kita semua dengan ketulusan, keikhlasan dan kerja keras. Kita bisa memperbaiki. Bangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap kita demi institusi. Rekan-rekan telah berjuang namun kalau kita tidak bisa menerima perbaikan tentunya ada gap dan gap ini jadi masalah. Maka dari itu, selalu turun ke lapangan bertemu masyarakat dan anggota untuk mengetahui masalah untuk kita selesaikan. Saya yakin rekan-rekan mampu," ujar Sigit.

Karena itu, demi bisa meningkatkan kepercayaan publik, dia meminta jajarannya bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sigit ingin agar jajarannya menunjukkan bahwa Polri saat ini jauh lebih baik sebagaimana dengan semangat konsep Presisi.

"Perkembangan teknologi kita manfaatkan sehingga profesionalisme dari kepolisian bisa terlihat. Bagaimana kita membangkitkan semangat anggota, manfaatkan teknologi biar semakin baik dan profesional. Saya yakin institusi Polri adalah institusi yang disayang masyarakat dan bagaimana kita meyakinkan agar tetap berada di performa itu," ucap Sigit.

Sigit juga kembali mengingatkan soal peran Polri menjadi salah satu institusi yang menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19. Dia berpesan, jajarannya harus mampu mempertahankan tren positif yang sudah ada saat ini, ketika Indonesia menjadi peringkat pertama se-Asia Tenggara dalam hal penanganan serta pengendalian COVID-19. Semua itu, kata Sigit, berkat sinergi, soliditas, serta kerja keras seluruh stakeholder dan elemen masyarakat.

"Kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi terjadi mobilitas masyarakat yang tinggi tentunya harus kita antisipasi dengan langkah-langkah untuk memperkuat protokol kesehatan. Khususnya rekan-rekan Kapolda yang menjadi penanggung jawab mengendalikan COVID-19," kata Sigit.

Kesiapan dan antisipasi mencegah laju pertumbuhan COVID-19, menurut Sigit, juga menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melaksanakan kegiatan nasional maupun internasional di tengah pandemi, dengan aman dan memperhatikan faktor kesehatan, mengingat ke depan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara tingkat dunia.

"Di satu sisi kegiatan besar akan kita laksanakan dan di satu sisi kita harus waspada angka COVID-19 tak meningkat. Kalau kita mampu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Ini diharapkan seluruh masyarakat, ini harus kita kembalikan. Ini semua terjadi berkat kontribusi rekan-rekan dan dipertahankan menjadi tugas ke depan. Kewajiban kita menjaga situasi Kamtibmas kondusif sehingga semuanya berjalan baik," tutup Sigit.


(mae/fjp)