Aparat Kesulitan Cari Penampungan Sapi Pengungsi Merapi

Aparat Kesulitan Cari Penampungan Sapi Pengungsi Merapi

- detikNews
Minggu, 23 Apr 2006 23:07 WIB
Yogyakarta - Aparat pemerintahan Desa Kepuharjo kesulitan mencarikan tempat penampungan hewan ternak milik warga pengungsi bila Gunung Merapi meletus. Alasannya tempat yang direncanakan untuk menampung ratusan sapi itu bakal tidak muat."Saya tidak bisa membayangkan bila sapi-sapi milik warga Desa Kepuharjo diturunkan dan ditampung di lapangan," kata Hadi Sumarto (56) Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan, Sleman, kepada wartawan, Minggu (23/4/2006).Menurut dia, bila seluruh hewan ternak milik warga baik sapi dan kambing diungsikan ke lapangan desa bakal tidak tertampung. Di desa Kepuharjo berdasarkan laporan masing-masing kepala dusun total terdapat sekitar 700 ekor sapi dan 400-an ekor kambing. Sementara itu luas lapangan itu sekitar 9 ribu meter persegi."Nanti gimana mau buat tiang untuk mengikat dan tempat berteduh sapi-sapi itu," katanya.Hadi mengatakan warga sudah bisa memahami akan bahaya letusan Merapi. Namun bila sapi-sapi mereka diungsikan ke tempat yang jauh dari rumahnya akan menemui masalah lagi. Bila semua hewan ternak itu jadi ditampung di lapangan, pihaknya masih mencari pemecahan masalah yang dihadapi. Misalnya masalah pembuangan kotoran ternak karena tempat itu berdekatan rumah penduduk serta SMK dan SMPN Cangkringan. "Apa tidak menimbulkan bau dan bagaimana bila warga akan cari rumput. Apa dibawa pakai mobil beramai-ramai, sebab jaraknya juga lumayan jauh sekitar 3 kilometer. Ini kan juga masalah yang harus kita cari pemecahannya," tegas Hadi diamini oleh Kepala Desa Kepuharjo, Agustina.Menurut Hadi sebagian besar warga Kepuharjo bermata pencaharian sebagai adalah petani dan peternak sapi perah. Dari 10 dusun, jumlah sapi perah paling banyak berada di dusun paling atas seperti Petung, Kaliadem, Kinahrejo dan Jambu. "Bila diturunkan dan ditampung di lapangan apa tidak penuh. Terus apa sapi-sapi tidak diperah selama mengungsi. Kami masih mencari alternatif tanah lapang lain milik desa yang bisa menampung bila tempat pertama penuh," katanya. Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom di persimpangan jalan yang menghubungkan Kaliadem dengan Kinahrejo, Dinas Pekerjaan Umum saat melakukan pelebaran dan pengaspalan jalan agar memudahkan proses evakuasi. Posko di balai desa terus dilakukan koordinasi dengan Muspika Cangkringan. Barak untuk menampung pengungsi di SDN Kepuharjo, SMPN dan SMK Cangkringan serta tenda dapur umum juga telah disiapkan. Warga tetap beraktivitas rutin seperti biasa mencari rumput di sekitar lereng Merapi dan aliran sungai Gendol. Sedang kawasan obyek wisata Bebeng Kaliadem dijaga ketat oleh petugas dan pemuda dusun setempat. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads