ICMI Tolak Majalah Playboy
Minggu, 23 Apr 2006 13:26 WIB
Jakarta - Meski dijanjikan tidak akan terbit, penolakan terhadap majalah Playboy Indonesia tidak juga surut. Kali ini penolakan disampaikan Ikatan Cendekiawan Muslin Indonesia (ICMI). ICMI juga menolak kehadiran media sejenis yang dinilai merusak moral bangsa.Penolakan itu disampaikan presidium ICMI Hatta Rajasa saat membacakan rekomendasi ICMI kepada pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam jumpa pers penutupan rapat Majelis Pimpinan Paripurna ICMI di Hotel Sahid, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (23/4/2006). "Penolakan itu tidak berarti memberangus kebebasan pers, melainkan juga lantaran media serupa itu merupakan ajang penetrasi budaya asing yang dapat meruntuhkan nilai-nilai budaya kita dan menyebabkan terjadinya dekadensi moral," kata Hatta. Rekomendasi ICMI selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah. Rekomendasi tentang Playboy merupakan salah satu butir dari 18 rekomendasi ICMI untuk pemerintah.Kehadiran majalah dewasa seperti Playboy, menurut ICMI, tidak sejalan dengan pembentukan masyarakat yang sehat, masyarakat yang mempunyai kapasitas berpikir yang cerdas, kemampuan imajinasi dan kreasi yang tidak terbatas, daya juang yang keras, integritas yang kuat serta moral yang terpuji."Atas dasar itulah maka keberadaan media-media yang bertolak belakang dengan semangat tersebut seperti majalah Playboy harus ditolak tegas," tandas Hatta.Dalam kaitan itu, ICMI minta pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) dengan tetap bertumpu dan memperhatikan keragaman yang berlaku di Indonesia.
(iy/)











































