Eks Anggota DPRK Bireuen Bandar 26 Kg Sabu Divonis 20 Tahun Penjara

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 13:44 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
Ilustrasi palu hakim (Ari Saputra/detikcom)
Banda Aceh -

Mantan anggota DPR Kabupaten (DPRK) Bireuen, Usman Sulaiman, divonis 20 tahun penjara karena terbukti menjadi bandar sabu seberat 26 kg. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni hukuman mati.

Dikutip dari situs Pengadilan Negeri (PN) Idi, Rabu (10/11/2021), vonis terhadap Usman diketuk hakim yang diketuai Apri Yanti dengan hakim anggota masing-masing Irwandi dan Khalid. Sidang putusan digelar pada Selasa (9/10).

Majelis hakim menyatakan Usman terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka harus diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan," ujar hakim.

Majelis hakim memutuskan barang bukti sabu 26 kg dirampas untuk dimusnahkan. Hakim juga memutuskan mobil Fortuner dan Ford Ranger Double Cabin yang dipakai mengangkut sabu dirampas untuk negara.

Putusan terhadap Usman lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Idi. Dalam sidang tuntutan, jaksa menuntut Usman dijatuhi hukuman mati.

Ada terdakwa lain dalam kasus ini, yakni Mahmuddin Hasan. Dia juga divonis 20 tahun penjara serta didenda Rp 10 miliar.

Selain itu, terdakwa Rajali Usman divonis bebas karena dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana penyelundupan sabu.

Sebelumnya, Usman Sulaiman ditangkap petugas BNN terkait penyelundupan narkoba. Usman Sulaiman ditangkap di depan Masjid Raya Idi Rayeuk, Aceh Timur, Selasa (20/4).

"Penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh oknum anggota DPRK Bireuen, Aceh, dan dua orang lainnya," kata Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari, kepada wartawan, Kamis (22/4).

Sabu itu ditemukan di dalam mobil yang diparkir di depan masjid. Usman Sulaiman diduga hendak membawa sabu itu ke Jambi.

Sabu tersebut diselundupkan dengan menggunakan kapal kayu dari Malaysia melalui jalur laut. Saat ini barang bukti dan ketiga tersangka dibawa ke Medan, Sumatera Utara, untuk pengembangan.

(agse/haf)