SBY: Kebersamaan Menyusut pada 2006
Minggu, 23 Apr 2006 05:05 WIB
Makasar - Presiden SBY melihat, kebersamaan umat di tahun 2006 mengalami penyusutan. Karenanya, pemimpin agama diminta untuk berperan aktif melakukan pembinaan dan pencerahan bagi pemeluk agama. Hal ini disampaikan SBY dalam sambutannya membuka peringatan Hari Raya Nyepi di Gedung Balai Prajurit Jenderal M Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Makasar, Sabtu (22/4/2006). Peringatan tersebut dihadiri 1500 umat Hindu dari berbagai provinsi."Mari kita tumbuhkan semangat kebersamaan Bhinneka Tunggal Ika. Tahun ini, kita merasakan penyusutan kebersamaan dan harmoni yang jauh dari semangat Bhinneka Tunggal Ika," ujar SBY.Dengan semangat ini, SBY berharap dapat terwujud kesadaran setiap insan untuk memelihara kehidupan yang damai. Cara ini pun, menurut SBY bisa membangun kesetaraaan dan kekeluargaan dalam negara kesatuan.SBY menilai, harga BBM yang kini melangit memukul ekonomi bangsa. Dia meminta agar masyarakat tidak boleh menyerah. "Mari kita berhemat BBM dan listrik," katanya.Ditambahkan SBY, bangsa Indonesia perlu mengembangkan kebijakan baru. Kebijakan tersebut misalkan, tidak banyak menggunakan BBM dan meningkatkan produksi dalam negri. "Sehingga tidak net importer. Harga setinggi apapun, kita tetap untung," tandasnya. Menurut SBY, harga tinggi yang terjadi dikarenakan terganggunya keamanan dan perdamaian di dunia global. "Kita harap bisa segera berakhir," imbuh SBY.
(wiq/)











































