Gubernur Jateng: Perlu Upaya Persuasif Tangani Warga

Gubernur Jateng: Perlu Upaya Persuasif Tangani Warga

- detikNews
Sabtu, 22 Apr 2006 21:52 WIB
Magelang - Sampai dengan hari kedua pengungsian, masih banyak warga lereng barat Gunung Merapi yang enggan mengungsi. Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto meminta agar aparat pemerintah lebih persuasif dalam menangani warga Merapi terutama memberikan pengertian pentingnya mengungsi. "Kami bisa memahami bila warga sini (Magelang) punya keyakinan sendiri, tapi sebagai aparat pemerintah wajib melakukan langkah-langkah antisipasi bila Merapi meletus," kata Mardiyanto kepada wartawan saat meninjau di Tempat Pengungsian Akhir (TPA) di Desa Tanjung, Muntilan, Sabtu (22/4/2006).Menurut dia, meski Merapi meletus sebagai peristiwa alam yang rutin terjadi, pihaknya tidak menginginkan bila ada warga Magelang dan daerah lainnya yangmenjadi korban. Oleh karena itu pihaknya meminta agar warga bersedia mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Evakuasi ini dilakukan demi keselamatan dan kebaikan warga sendiri, terutama warga yang paling dekat dengan Merapi dan paling rawan. Tim Satkorlak PBA pasti punya pertimbangan khusus. Tidak asal mengevakuasi," katanya. Dalam kesempatan itu, Mardiyanto juga mengecek semua peralatan yang ada di posko pengungsian di Kecamatan Dukun serta menyalurkan bantuan tambahan peralatan seperti truk pengangkut pengungsi sebanyak 40 armada, 100 megaphone, dan 600 tangki air untuk persediaan air bersih para pengungsi.Sementara itu secara terpisah, Kepala Kecamatan Dukun Wihardo dan Camat Srumbung Sujarwo mengakui bila pihaknya mengalami kesulitan untuk meyakinkan warga akan bahaya letusan Merapi. Warga sekitar punya keyakinan sendiri yang berbeda dengan perhitungan pemerintah yang berdasarkan data-data dari BPPTK. "Ini repotnya kita sudah mengangap saat ini perlu evakuasi, tapi warga menganggap masih biasa. Bila seperti ini, kita tidak bisa apa-apa dan memaksakan. Tapi kita sudah mengingatkan," kata Sujarwo.Selain soal keyakinan katanya, warga enggan mengungsi karena takut harta bendanya hilang dicuri atau dijarah orang. Demikian pula dengan ternak sapi atau kambing yang dimiliki, mereka khawatir hewan ternaknya tidak terurus bila ditinggal. Mereka juga beralasan bila ternaknya diungsuikan akan kesulitan memberikan makan."Jadi sekarang ini memang prioritasnya adalah ibu hamil, balita dan manula. Sedang laki-laki dewasa untuk sementara masih tinggal dirumah masing-masingsekaligus menjaga keamanan sekitar," tambah dia. (wiq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads