Karena Mitos, Evakuasi Warga Stabelan Melalui Magelang

Karena Mitos, Evakuasi Warga Stabelan Melalui Magelang

- detikNews
Sabtu, 22 Apr 2006 20:47 WIB
Boyolali - Evakuasi warga Stabelan, Boyolali, Jawa Tengah seharusnya berjalan cepat. Namun karena mitos, evakuasi pun menempuh perjalanan lebih jauh.Mitos itu ialah larangan berjalan ke arah utara. Padahal lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah di kecamatan Selo, terletak di utara dukuh Stabelan. Warga yang dievakuasi pun akhirnya berjalan memutar, melewati jalur selatan yakni melalui kecamatan Sawangan, Magelang. Evakuasi sepanjang 30 km pun berakhir pada 19.00 Wib. 89 Warga yang dievakuasi diinapkan di bungalow milik pemerintah kabupaten Boyolali. Mereka yakni 33 balita dan 56 ibu dan manula. Mereka yang berhasil dievakuasi mengakui karena dibujuk. Salah satunya, Ibu Painem yang mengungsi bersama 3 balitanya mengaku dibujuk Ibu Sekdes. "Kalau dalam 2 hari tidak ada apa-apa, baru diperbolehkan pulang," ujar Ibu Painem kepada detikcom, Sabtu (22/4/2006). Sedangkan beberapa warga yang menolak mengungsi, bersembunyi di rumah saudaranya di daerah Stabelan. "Keluarga yang diinapi nantinya harus bertanggungjawab jika keadaan sudah darurat," ungkap Kepala Kecamatan Selo Dahad Wilarso. Dahad menambahkan, warga yang dievakuasi ini akan tetap berada di pengungsian. "Seluruh kebutuhan ditanggung pemerintah sampai situasi memungkinkan untuk kembali," imbuhnya. Rencananya, Minggu pagi (23/4/2006) akan dievakuasi kembali warga asal dukuh Takeran dan dukuh Belang dari desa Tlogolele. Warga yang dievakuasi diprioritaskan adalah ibu hamil, manula dan anak-anak. Kedua dukuh tersebut merupakan ring satu bahaya Merapi. Jumlah warga yang akan dievakuasi sampai saat ini belum bisa dipastikan. (wiq/)


Berita Terkait