Pasca Tsunami, Baru 60 Sekolah di Aceh Selesai Dibangun

Pasca Tsunami, Baru 60 Sekolah di Aceh Selesai Dibangun

- detikNews
Sabtu, 22 Apr 2006 18:49 WIB
Aceh Besar - Kendati bencana tsunami sudah berlangsung satu tahun lebih, namun perbaikan berbagai sarana di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) terbilang lamban. Dalam bidang pendidikan misalnya, dari 1.092 bangunan yang sekolah yang rusak berat dan hilang akibat digerus tsunami, baru 60 sekolah yang selesai dibangun. Menurut Wakil Kepala Dinas Pendidikan NAD Anas A Adam, ada banyak kendala yang menyebabkan perbaikan maupun pembangunan kembali gedung sekolah baru tidak secepat yang diharapkan. Kendala pertama adalah dana yang sangat besar. Sementara anggaran yang tersedia sangat sedikit. Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) NAD untuk sektor pendidikan pada tahun 2006 ini, kata Anas, sekitar Rp 400 miliar lebih. "Namun dana itu termasuk untuk biaya operasional rutin bagi sekolah-sekolah yang tidak terkena tsunami," kata Anas pada detikcom, Sabtu (22/4/2006) usai meresmikan operasional Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Lhoong, di Desa Cundin, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Jalan Banda Aceh-Meulaboh, sekitar 56 kilometer dari Banda Aceh. Menurut Anas, jumlah sekolah yang sudah selesai dibangun di seluruh NAD antara 50 hingga 60 saja. Namun banyak juga sekolah yang sedang dalam tahap permbangunan. Selain pembangunan yang bersumber dari APBD maupun APBN, dana kebanyakan sekolah yang dibangun itu justru berasal dari donatur, baik asing maupun nasional. "Untuk membangun sekolah yang baik itu, dananya sangat besar. Perlu Rp 2 juta permeter persegi. Sementara standar kita selama ini Rp 600 ribu permeter," kata dia. Karena itu, dia sangat menyambut baik adanya donatur yang bersedia membangun sekolah seperti yang dilakukan Dompet Dhuafa, Gap Inc dan Pemerintah Kota Balik Papan, Kalimantan Timur terhadap SMAN I Lhoong. "Sulit sekali pemerintah membangun sekolah semegah ini, apalagi biayanya Rp 5,3 miliar lebih. Bisa dikatakan mustahil karena anggaran yang terbatas itu," kata Anas. SMAN I Lhoong, yang diresmikan operasionalnya hari ini, memang terbilang megah. Lima bangunan berada di areal sekitar 1,3 hektar. Terdiri dari lima gedung yang dibagi menjadi 12 kelas, ruang perpustakaan dua lantai, empat laboratorium, 10 rumah guru, lapangan basket, lapngan bola voli, dan lapangan bola. Dalam pelaksanaannya, donatur masih menyediakan dana serta bantuan teknis pendidikan hingga tiga tahun ke depan, untuk menjamin mutu pendidikan di SMAN I Lhoong, yang diharapkan menjadi sekolah unggulan di NAD. Untuk diketahui, Kecamatan Lhoong merupakan salah satu daerah terkena tsunami yang paling parah di Kabupaten Aceh Besar. Dari 28 desa yang ada, hanya tersisa empat desa saja. Selebihnya tergerus tsunami. Di Aceh Besar, sebanyak 121 sekolah hancur total dan baru 27 yang sudah selesai diperbaiki. SMAN I Lhoong, merupakan SMA pertama yang selesai pembangunannya. Pertapakan lama sekolah ini, yang berada sekitar tiga kilometer dari pertapakan yang baru, sudah berubah jadi pantai. (asy/)


Berita Terkait