Panitia Karnaval Tidak Tahu Ada Aksi Pamer Payudara

Panitia Karnaval Tidak Tahu Ada Aksi Pamer Payudara

- detikNews
Sabtu, 22 Apr 2006 18:32 WIB
Jakarta - Karnaval Budaya Bhinneka Tunggal Ika diikuti ribuan orang. Namun, aksi ini dikejutkan dengan aksi pamer payudara yang dilakukan oleh kelompok waria. Panitia Karnaval mengaku tidak mengetahui ada aksi pamer payudara ini. "Saya tidak tahu," kata Steering Committee Karnaval Budaya Bhinneka Tunggal Ika, Ratna Sarumpaet, saat dihubungi detikcom, Sabtu (22/4/2006). Ratna tidak mau berkomentar lebih banyak mengenai hal ini, termasuk saat ditanya apakah aksi yang dilakukan sekelompok waria itu mengotori aksi damai menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP). Ratna lebih cenderung mengomentari bahwa para waria perlu didekati dengan pendekatan lain. "Ini menjadi subkultur. Jumlah mereka cukup besar, dan ada di mana-mana. Bisa jadi itu bukan menjadi pilihan mereka," kata Rata. Karena itu, tidak layak menyalahkan para waria itu. Selanjutnya Ratna meminta semua pihak melihat lebih lebar aksi karnaval ini. "Kan yang ikut tidak hanya kelompok mereka (waria). Banyak wanita berjilbab yang ikut aksi tadi," tutur Ratna. Aksi karnaval yang digelar di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, sejak pagi hingga sore diikuti berbagai kalangan. Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah, bersama para selebritisi, seperti Inul, Olga Lidia, Nadine Chandrawinata, Rieke Dyah Pitaloka, dan Jajang C Noer juga hadir. Menurut Ratna, aksi penolakan terhadap RUU APP itu akan terus ditindaklanjuti. Rencananya, dalam waktu dekat sekitar bulan Juli, akan digelar Kongres Kebudayaan untuk Indonesia. Bila nanti RUU APP tetap dibahas, bahkan disetujui, Ratna mengancam akan menggelar aksi karnaval kembali pada Agustus. Sesalkan FPI Ratna menyesalkan sikap Front Pembela Islam (FPI) yang menghadang ratusan santri di Jawa Timur, sehingga batal ikut karnaval. "Harusnya ada 500 santri dari Pamekasan yang bergabung. Tapi, karena dihadang FPI, mereka pun batal," kata dia. Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini juga mendengar informasi bahwa FPI di Jakarta juga menghadang mobil-mobil yang dikendarai masyarakat yang akan ikut karnaval. Namun, Ratna tidak mengetahui di mana tepatnya penghadangan itu dilakukan. Selain itu, Ratna juga kecewa dengan Pemda DKI Jakarta, karena membatalkan mengirimkan tim Tanjidor dan ondel-ondel. Padahal, sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo sudah berencana mengirimkannya untuk acara ini. Tapi, tiba-tiba ditarik, dengan alasan bahwa pemerintah tidak bisa memihak satu kelompok. "Akhirnya, saya tadi menyewa sendiri tanjidor itu," ujar dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads