Gara-gara Uang Palsu, Aktivis Top Inung Nugroho Ditahan
Sabtu, 22 Apr 2006 18:13 WIB
Solo -
Nama Inung Nugroho mungkin tidak populer bagi khalayak umum. Namun, wajahnya gampang dikenali. Maklum saja, Inung sering nongol di televisi, baik sebagai bintang iklan maupun sinetron.Namun bagi kalangan aktivis, nama Inung sudah tidak asing lagi. Ia selain dikenal sebagai aktivis, juga wartawan dan pegiat seni. Lelaki yang sering menggunakan kursi roda tersebut memang cukup aktif di sejumlah kegiatan. Namun siapa sangka, sejak 9 April lalu, dia ditangkap aparat Poltabes Surakarta karena diduga membuat dan mengedarkan uang palsu. "Ya saat ini masih dalam pemeriksaan. Ia ditahan terkait uang palsu," kata Kapoltabes Surakarta, AKBP Lutfi Lubihanto saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus ini, Sabtu (22/4/2006).Dikatakan Lutfi, hasil pemeriksaan terhadap Inung, sejauh ini masih berlangsung. "Ya memang (Inung-red) lebih banyak bungkam. Kalau penyidik memberi pertanyaan yang agak mengarah, dia langsung bungkam. Ya mungkin karena dia lebih paham bahasa hukum daripada tersangka lainnya. Tapi bukti-bukti kami kuat. Termasuk potongan-potongan uang palsu yang kami temukan," katanya. Lelaki 41 tahun warga Pondoklabu, Cilandak, Jakarta Selatan, tersebut ditangkap polisi saat berada di kompleks taman hiburan Sriwedari, Solo. Inung dilaporkan ke polisi dengan dugaan membayar tiket dengan uang palsu oleh pihak panitia sebuah acara di tempat tersebut. Saat polisi memeriksa kontrakannya di Jebres, Solo, ditemukan sejumlah barang bukti lainnya, berupa beberapa lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu palsu. Akhirnya dia ditahan di Mapoltabes Surakarta. Laptop, printer dan uang kertas palsu miliknya dijadikan barang bukti. Kepada sejumlah kenalan di Solo yang menjenguknya di tahanan, Inung tetap bersikeras tidak mengakui perbuatannya. "Saya dijebak. Saya tidak tahu-menahu dengan uang palsu tersebut. Saya dikorbankan untuk kepentingan politik," kata dia tetap dengan nada tinggi. Tidak jelas, apa yang dimaksudnya dengan kepentingan politik itu. Sementara itu, Kapoltabes Surakarta mengatakan bahwa tersangka Inung akan tetap ditahan. "Kami mempunyai bukti dan alasan kuat untuk menahannya. Setelah mobil dan kontrakannya digeledah, kami menemukan sisa upal yang belum sempat diedarkan serta alat untuk mencetak seperti laptop dan printer. Bahwa ada informasi tersangka mengelak, itu hak dia," kata Lutfi.Teman-temannya di Solo sama sekali tidak ada yang menyangka bahwa Inung yang suka bicara dengan nada tinggi berapi-api ketika menyampaikan pendapat dan gagasan-gagasannya, pada akhirnya akan kesandung masalah kriminal. Inung memang sering datang ke berbagai daerah, salah satunya sering datang ke Solo. Bahkan sejak awal tahun 2006, dia memilih berada di Solo hingga ditangkap polisi. Semula dia tinggal di daerah Gajahan, lalu sejak dua bulan terakhir dia tinggal di kontrakannya di Jebres. Dalam berbagai kesempatan, dia mengenalkan dirinya sebagai koresponden sebuah radio asing. Dia juga akrab dengan sejumlah seniman di daerah maupun di Jakarta karena menunjukkan kedekatan dan sering terlibat diskusi-diskusi hingga membantu terselenggaranya sebuah acara seni. Beberapa kali pula, lelaki difabel yang selalu mengenakan kursi roda tersebut tampil di layar televisi sebagai bintang iklan, bintang tamu serial sinetron hingga presenter sebuah acara. Selain itu seringkali juga Inung terlihat hadir di tengah-tengah kegiatan para aktivis pergerakan maupun politisi. Suaranya yang keras dan berapi-api dengan menunjukkan cara berpikir saat bicara menjadikan dia gampang dikenali. Kenalannya di Solo tidak akan berusaha lebih jauh terlibat dalam persoalan yang membelit Inung. Alasannya karena belum dapat menentukan mana yang lebih benar, pernyataan polisi atau pengakuan Inung. "Setahu saya Mas Inung tidak pernah bertindak kriminal. Namun tiba-tiba saja kami dikejutkan kabar tersebut. Kami masih belum bisa mempercayai mana yang lebih benar di antara dua versi pernyataan yang saling berlawanan tersebut," kata Honggo Utomo, salah seorang kenalan Inung. Budi Sulistyo, kenalan yang lain, mengatakan lebih baik menunggu proses persidangannya. "Kami tidak berani memberikan jaminan apa pun bahwa Inung tidak bersalah, karena kami kurang memahami persoalannya. Lebih baik menunggu proses persidangannya, biar semuanya menjadi jelas," kata dia.
(jon/)










































