Getaran Merapi Makin Keras, 90 Warga Stabelan Dievakuasi

Getaran Merapi Makin Keras, 90 Warga Stabelan Dievakuasi

- detikNews
Sabtu, 22 Apr 2006 18:15 WIB
Boyolali - Getaran Gunung Merapi semakin 'galak'. Sebanyak 90 warga dukuh Stabelan, Boyolali mulai dievakuasi, Sabtu (22/4/2006). Dukuh ini berjarak 3,5 km dari Gunung Merapi. Dukuh Stabelan yang terletak di desa Tlogolele, Boyolali, Jawa Tengah merupakan perkampungan paling tinggi di lereng Merapi. Getaran cukup keras pun terasa di pedesaan ini. "Getaran terasa semakin besar. Paling besar ketika menjelang evakuasi pada pukul 15.00 WIB," kata Kepala Desa Tlogolele, Budi Harsono kepada detikcom, Sabtu.Warga yang dievakuasi terdiri dari orang lanjut usia (lansia), bayi beserta ibunya dan perempuan hamil. Namun, keseluruhan warga desa ini berjumlah 348 jiwa."Mereka yang dievakuasi ini tergolong agak sulit karena usia dan kondisi kejiwaannya, sehingga mereka paling awal dievakuasi," tambah Budi. Dari 90 warga yang diungsikan, 40 orang lansia. Mereka ditempatkan di sebuah puskesmas di Kecamatan Selo, Boyolali. Sedangkan bayi beserta ibunya dan perempuan hamil dievakuasi di Balai Desa Samiran dan beberapa homestay di Desa Samiran."Beberapa warga yang dievakuasi akan diperiksa kesehatannya," imbuh Budi. Evakuasi warga menggunakan truk dan minibus ini mulai bergerak pada pukul 15.00 WIB. "Beberapa warga masih dalam perjalanan. Sedangkan warga sisanya masih akan dikoordinasikan dengan pihak kecamatan dan tim siaga Merapi," tandasnya.Warga kawasan Selo Boyolali yang terdekat dengan puncak Merapi belum terlihat panik. Getaran memang sudah sering dirasakan, namun warga masih melakukan rutinitas biasa. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads